Wilayah Kabupaten Bandung Dipastikan Tak Akan Ada Pemadaman Listrik Sepanjang Bulan Ramadan 1443 H

Di wilayah Kabupaten Bandung, sepanjang bulan Ramadhan dipastikan tak akan ada pemadaman listrik termasuk di daerah rawan yang berada di pegunungan

TRIBUNJABAR.ID/LUTFI AHMAD MAULUDIN
PT PLN UP 3 Majalaya melakukan pengecekan peralatan menjelang bulan Ramadan 1443 H, Kamis (31/3/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di wilayah Kabupaten Bandung, sepanjang bulan Ramadhan dipastikan tak akan ada pemadaman listrik termasuk di daerah rawan yang berada di wilayah pegunungan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Manajer PT PLN UP3 Majalaya, Abbas Saleh di kantornya, Kamis (31/3/2022).

Menurut Abbas, daerah yang rawan terhadap gangguan merupakan daerah pegunungan seperti Ciwidey, Pangalengan, Nagreg, dan lainnya.

"Tapi dengan kesiagaan seperti ini segala kemungkinan sudah diantisipasi, dan memang kesiapan ini sudah kami lakukan dari awal, bukan hanya saat akan Ramadan saja," ujar Abbas.

Abbas mengatakan, memang cuaca saat ini belum terlalu bagus.

"Kami enggak tahu nih cuaca terang, tiba tiba angin kencang, itu berimbas kepada pohon roboh, menimpa aliran listrik," kata Abbas.

Memang cuaca di wilayah Kabupaten Bandung, kerap tak menentu disamping kontur wilayahnya terdapat pegunungan dan berbukit.

Abbas memastikan, saat Ramadan 1443 H tak akan ada pemadaman.

"Padam itu ada dua, pertama karena gangguan kedua karena ada pemadaman. Kalau pemadaman artinya itu direncanakan, tapi itu diminimumkan kecuali ada keadaan mendesak dan bahaya," kata dia.

Kalau tidak ad keadaan mendesak dan berbahaya, menurutnya, tidak akan ada padaman.

"Jadi di saat mau buka puasa, mau tarawih, dan subuh saat sahur. Insya Allah kami upayakan listrik terus menyala, siang malam," ujarnya.

Untuk daerah kritis atau rawan, Abbas mengaku, pihaknya akan melakukan patroli, harapannya ketika ditemukan ada indikasi gangguan, pihaknya bisa lakukan penanganan. 

Respon time ketika terjadi kendala, kata Abbas, sekitar 45 menit kami datang ke lokasi.

Kini di Kabupaten Bandung, terdapat 8.084 pelanggan. 

"Tapi tetap saja kami juga berkomunikasi dengan pelanggan," tuturnya.

Dalam penanganan jika terjadi kendala, kata Abba ada dua, respons dan recovery.

"Recovery itu ada berbagai tingkatan, tergantung kerusakan. Kalau yang parah, seperti tiang rubuh itu diupayakan tiga jam, listrik harus sudah menyala," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved