Selasa, 19 Mei 2026

Adhikarya Parlemen

Solusi untuk Cuaca Kota Bandung yang Makin Panas

Banyak yang menyebutkan Kota Bandung kini tidak seperti dulu yang sejuk dan dingin. Sekarang panas kalau ke Bandung

Tayang:
istimewa
Dr Buky Wibawa S.Pd M.Si Psi., Sekretaris Komisi IV Bidang Pembangunan DPRD Provinsi Jabar 

BANDUNG, TRIBUN - Terkait masalah cuaca di Kota Bandung yang semakin panas, Sekretaris Komisi IV Bidang Pembangunan DPRD Provinsi Jabar, Dr Buky Wibawa S.Pd M.Si Psi., juga turut memberikan ide dan pandangan.

Menurut Buky, banyak yang menyebutkan Kota Bandung kini tidak seperti dulu yang sejuk dan dingin. Alih-alih, Kota Bandung kini menjadi kota yang panas dan tidak lagi sejuk. Hal ini menurutnya merupakan bagian dari isu pemanasan global yang terjadi secara terus-menerus.

"Ini sebetulnya indikator terjadinya perubahan iklim yaitu aspek pemanasan global yang seharusnya segera mendapatkan perhatian dari dinas-dinas terkait di seluruh kabupaten kota di Jawa Barat," kata Buky.

Menurut Buky, Dinas Lingkungan Hidup di setiap kabupaten kota bersama provinsi harus segera merencanakan isu pemanasan global sebagai bagian dari program kerja. Setiap dinas terkait harus segera memiliki data-data terkait dampak pemanasan global ini.

"Dampaknya apa saja sih, memengaruhi apa saja sih, mungkin ke hasil panen, hilangnya kualitas hasil panen atau produk unggulan baik hewani maupun nabati. Produk unggulan misalnya Ubi Cilembu, apakah adanya pemanasan global ini kualitas ubi Cilembu menjadi turun, rasanya manis sepeti dulu atau tidak. Nah soal data-data ini seharusnya sudah mulai dirumuskan oleh dinas-dinas terkait," ujarnya.

Adanya kajian dan rumusan soal pemanasan global, menurut Buky, juga bisa memengaruhi kepribadian seseorang baik secara psikologis maupun secara fisik. Saat ini, manusia relatif akan lebih reaktif di wilayah yang lebih panas dibanding mereka yang berada di wilayah lebih sejuk.

"Misalnya di tampat yang panas, orang-orangnya lebih reaktif lebih panas dibanding orang-orang Bandung, ini contoh saja. Ini bisa saja terjadi karena dari dampak pemanasan global, bisa saja kan? Ini kan harus butuh penelitian," ujarnya.

Hal ini, kata Buky, harus mulai dipikirkan setiap dinas terkait untuk dijadikan sebagai proyek kolaboratif dimana setiap dinas harus berkoordinasi atau bekerjasama dengan pihak dan lembaga lain seperti Dinas Sosial, perguruan tinggi, dan pihak lainnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved