Kolaborasi Pegiat Fesyen Melalui Friendship Festival, Bangkitkan Industri Halal Menuju Endemi

Geliat industri fesyen ini pun mulai bangkit di Bandung dengan hadirnya Friendship Festival yang diadakan selama tiga hari 28-30 Maret 2022

Tribun Jabar/ Putri Puspita
suasana Festival Friendship di Hotel Malaka 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Indonesia disebut-sebut berpotensi menjadi kiblat industri halal di dunia fesyen.

Geliat industri fesyen ini pun mulai bangkit di Bandung dengan hadirnya Friendship Festival yang diadakan selama tiga hari 28-30 Maret 2022 di Hotel Malaka.

Friendship Festival ini adalah kolaborasi dari lima brand fesyen muslim yang ternama di Indonesia, yaitu Deenay, Maima, Jenna & Kaia, Monel, dan Nadjani.

Baca juga: Bisnis Fesyen Ivan Gunawan Kebal Pandemi Covid-19, Ini Rahasianya: Saya Gak Mau Kalah Sama Covid

Founder Deenay, Trini Midiati Yuniar mengatakan Friendship Festival merupakan sebuah kolaborasi dengan para pemilik brand yang sebelumnya telah dilakukan sejak pandemi Covid-19 muncul di Indonesia.

"Awal pandemi kami menjalankan aktivasi mulai dari bazaar dan menjual barang pre loved yang ternyata responnya luar biasa dari para pencinta brand. Sekarang, kami melakukan event to the next level," ujar Tri saat jumpa pers di Hotel Malaka, Senin (28/3/2022).

Tujuan diadakannya bazaar ini dikatakan Trini adalah saling support para pelaku umkm fesyen muslimah.

Pemilik Jenna & Kaia, Lira Krisnalisa mengatakan mereka optimis jika industri fesyen akan tumbuh positif dengan adanya vaksinasi dan menyambut endemi

"Dua tahun sebelumnya perekonomian menurun dan berpengaruh pada bisnis. Sekarang sudah membaik, bahkan pemerintah menyebut menuju endemi," kata Lira.

Sementara itu salah satu owner Mondel, Dessy Mayasari mengatakan, trend penggunaan produk fesyen muslim di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat.

Melalui Friendship Festival ini, Dessy yakin produk yang ada di bazaar ini bisa dipilih masyarakat untuk menemani selama Ramadan.

"Target untuk minggu pertama naik 30 persen tetapi selama Ramadan hingga Lebaran semoga bisa naik hingga 300 persen," ujarnya.

Baca juga: Kreator Fesyen Asal Kota Bandung, Berani Inovasi dengan Satu Sepatu Dua Model Gaya

Ditemui di acara yang sama, Funding and Transactional Business Deputi Regional 6 Bandung, Bank Syariah Indonesia (BSI), Silvia Permatasari, megatakan industri halal lifestyle berperan mendukung perkembangan perkonomian.

"Data kementerian perdagangan, Industri fashion muslim pangsa pasar 11 miliar USD. Dari jumlah itu, Indonesia berperan di angka 500 juta USD," ujar Silvia.

Untuk meningkatkan sisi penjualan dan konsumsi prodyuk fesyen, BSI memberikan dukungan pada pelaku UMKM dalam bentuk promosi maupun pembiayaan.

"Pemilik produk busana muslim bisa dikategorikan target segmen, karena ada yang masih dalam kategori UMKM dan bisa dapat 500 juta maksimal program KUR (kredit usaha rakyat). Ini bisa masuk dalam bantuan modal kerja," kata Silvia.

Baca juga: Kreator Fesyen Asal Kota Bandung, Berani Inovasi dengan Satu Sepatu Dua Model Gaya

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved