Covid-19 Menurun, Akses Masuk Kota Bandung Kini Lebih Longgar, Ganjil Genap Dihentikan

Menurunnya angka penyebaran virus Covid-19 membuat Satgas Covid-19 Kota Bandung memutuskan untuk menghentikan penerapan kebijakan ganjil-genap

Tribun Jabar/ Deanza Falevi
Semenjak ditiadakannya ganjil genap, sebanyak 20.000 unit kendaraan memasuki Kota Bandung melalui Gerbang Tol Pasteur, Sabtu (26/3/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Satuan Petugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kota Bandung mengungkapkan penyebaran kasus Covid-19 saat ini tengah melandai.

Berdasarkan pusat informasi Covid-19 (Pusicov) Kota Bandung, angka pasien positif terus menurun. Tebaru, Sabtu 26 Maret 2022, jumlahnya tinggal 2,265 dari total 84,715 pasien yang terpapar. Dari jumlah tersebut, 80,978 diantaranya sembuh dan 1,472 meninggal dunia.

Menurunnya angka penyebaran virus Covid-19 membuat Satgas Covid-19 Kota Bandung memutuskan untuk menghentikan penerapan kebijakan ganjil-genap di lima pintu tol dan buka tutup jalan di pusat Kota Bandung.

Baca juga: Video Pemotor Lindas Korban di Sarimanah Kota Bandung Viral di Media Sosial, Polisi Buru Pelakunya

Pengehentian ganjil-genap itupun disambut baik oleh masyarakat. Ana Stasia Angelina (28), warga Bekasi mengaku senang akhirnya dapat berlibur ke Bandung.

"Baru tahu sih gage (ganjil-genap) sudah tidak ada, tentunya senang ya jadi bisa ke Bandung kapanpun," ujar Ana, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (26/3/2022).

Ana mengaku sudah memiliki rencana liburan ke Bandung bersama teman kerjanya.

"Tadinya mau ke Bandung malem ini, tapi batal. Paling besok berangkat pagi, sore pulang lagi," katanya.

Sebelumnya, penerapan ganjil-genap kendaraan masuk ke Kota Bandung resmi ditiadakan. Setiap kendaraan yang akan masuk ke Kota Bandung melalui pintu Tol Kopo, Tol Moch Toha, Tol Buah Batu, Tol Pasirkoja dan Tol Pasteur, tidak akan lagi dikenakan ganjil genap.

"Nihil, pemberlakuan ganjil genap akhir pekan ini ditiadakan," ujar Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Ariek Indra Sentanu saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (26/3/2022).

Menurutnya, peniadaan kebijakan ganjil genap kendaraan merupakan hasil rapat terbatas yang dilaksanakan oleh satgas penanganan Covid-19.

Baca juga: Minyak Goreng Murah Banget, Rp 10.000 Per Kilogram, Ada di Kota Bandung, Terbatas di Tempat Ini

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung Asep Gufron menambahkan, pekan depan, diharapkan status penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dapat turun dari level 3 menjadi level 2.

"BOR (keterisian tempat tidur pasien Covid-19) 27,29 persen, positivity rate 8,6 jadi penurunan ya lumayan signifikan," ujar Asep Gufron.

Ia berharap pekan depan status level PPKM bisa berubah dari level 3 menjadi level 2 dan optimis kasus Covid-19 terus melandai. Meski begitu status level di Kota Bandung bergantung kepada kondisi wilayah Bandung Raya lainnya seperti Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

"Saya optimis semakin terus melandai ya itu sebagai dorongan kita untuk menurunkan level. Tapi kita tidak bisa berdiri sendiri kota Bandung itu, karena aglomerasi jadi itu tergantung aglomerasi yang ada di Bandung Raya. Kalau semua sama ya Insya Allah kita jadi level 2," katanya.

Baca juga: RESMI, Aturan Ganjil-Genap Masuk ke Kota Bandung Ditiadakan, Bagaimana dengan Penutupan Jalan?

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved