Tersangka Pengedar Sabu 1 Ton di Pangandaran Terancam Hukuman Mati

Polda Jabar menggagalkan peredaran sabu 1 ton di Pantai Mandasari, Kabupaten Pangandaran, belum lama ini. 

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Konferensi pers pengungkapan sabu-sabu ton yang dilakukan Polda Jabar di Pangandaran. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polda Jabar menggagalkan peredaran sabu 1 ton di Pantai Mandasari, Kabupaten Pangandaran, belum lama ini. 

Dalam kasus itu, lima orang ditetapkan tersangka. SA, HM, HH, AH dan MH. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, tersangka dijerat Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 113 ayat 2 juncto Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 115 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotik.

Diancam pidana hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara. Kapolri turut hadir dalam press conference pengungkapan kasus sabut 1 ton itu di Mapolda Jabar. 

Narkoba jenis sabu seberat 1 ton lebih diselundupkan melalui jalur laut menggunakan perahu. Sabu tersebut dikemas dalam kotak dan dimasukan ke dalam karung. 

Penyelundupan sabu dari Iran itu berhasil digagalkan Ditresnarkoba Polda Jabar Rabu 16 Maret 2022. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, dari ke lima tersangka itu, memiliki peran masing-masing. 

Pelaku SA, merupakan tersangka yang menerima sabu dari HM. Lalu, HM merupakan tersangka yang berperan sebagai pengendali sabu. 

Kemudian MH yang merupakan warga negara asing asal Afghanistan, berperan mengawasi proses distribusi sabu dari Iran. 

Sementara itu, dua pelaku lainnya yakni HH dan AH, merupakan warga setempat yang berperan sebagai sopir sekaligus mengantarkan sabu untuk diedarkan.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved