Ramadan 1443 H

Ramadan 2022, Boleh Tarawih Berjemaah di Masjid dan Mudik, tapi Tidak Boleh Buka Bersama . . .

Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga kebijakan pemerintah yang bersifat pelonggaran terkait dengan pandemi Covid-19 menjelang datangnya Ramadan 2022

Editor: Hermawan Aksan
dok. biro pers, media dan informasi sekretariat presiden
Presiden Joko Widodo 

"Disiplin menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak. Terima kasih," kata Jokowi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah akan menerbitkan aturan resmi terkait pelaksanaan mudik Lebaran 2022 melalui Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan dan SE Satgas Penanganan Covid-19.

"Nanti kita akan formalkan dalam SE Menteri Perhubungan dan Kepala BNPB (Satgas Penanganan Covid-19)," kata Budi dalam konferensi pers secara virtual, Rabu.

Budi memperkirakan SE tersebut akan terbitkan pada pekan depan.

Tak perlu hasil tes

Budi mengatakan, warga yang sudah melengkapi vaksinasi dosis kedua ditambah vaksin booster tidak perlu melampirkan hasil negatif tes antigen dan PCR sebagai syarat perjalanan mudik Lebaran 2022.

Namun, masyarakat yang baru disuntik dua dosis vaksin tetap harus melampirkan hasil negatif Covid-19 dari tes antigen.

Budi mengatakan, pemerintah tetap menyediakan posko vaksinasi bila pemudik ingin melakukan vaksinasi booster.

"Kalau mereka mau di-booster saat itu nanti dipersiapkan oleh Kementerian Perhubungan, tempat-tempat vaksinasi gratis di fasilitas-fasilitas angkutan umum," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Budi memastikan stok vaksin Covid-19 untuk dua dosis sampai booster atau dosis ketiga masih cukup hingga empat bulan mendatang.

Menurut Budi, persediaan vaksin Covid-19 di dalam negeri memadai, termasuk jika pemerintah melakukan peningkatan pemberian vaksinasi booster atau dosis ketiga bagi para pemudik pada Idulfitri sebelum mereka melakukan perjalanan pulang kampung.

"Masih ada 80 juta dosis vaksin untuk suntik booster dan suntik dosis kedua," kata Budi.

"Biasanya untuk seminggu rata-rata menghabiskan 5 sampai 6 juta dosis."

"Untuk kondisi normal kira-kira 20 jutaan (dosis) dalam satu bulan."

"Stok kita masih cukup untuk 4 bulan, masih cukup stoknya," lanjut Budi.

Halaman
123
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved