Perbandingan Njomplang Xavi dan Ronald Koeman di Barcelona, dari Tim Pesakitan Kini Penantang Juara

La Blaugrana juga masih berpotensi mengejar Real Madrid yang mantap di puncak klasemen sementara dengan 66 poin dari 29 laga.

Editor: Ravianto
Kompas.com
Penyerang Barcelona Pierre-Emerick Aubameyang mencoba melalui adangan bek Napoli Amir Rrahmani (kanan) dalam laga play-off fase gugur Liga Europa musim 2021-2022 di Stadion Camp Nou, Jumat (18/2/2022) dini hari WIB. 

TRIBUNJABAR.ID, BARCELONA - Kemenangan sensasional Barcelona 0-4 atas Real Madrid di Santiago Bernabeu (21/3) menjadi bukti kuat peningkatan kualitas Los Cules di tangan Xavi Hernandez.

Sang legenda hidup ini berhasil membangkitkan lagi Barca ke level yang seharusnya sejak dia kembali ke Camp Nou 134 hari yang lalu, terhitung sejak El Clasico akhir pekan lalu.

Mantan gelandang Barcelona itu mengambil-alih kepemimpinan pada November 2021, dengan kondisi tim mendekam di urutan kesembilan di LaLiga.

Ironisnya, ketika itu tim Catalan ini lebih dekat ke zona degradasi dalam perolehan poin ketimbang ke posisi enam besar, dan kualifikasi Eropa.

Hanya empat setengah bulan kemudian, setelah kalah hanya sekali dalam 16 laga di bawah komando Xavi, Barcelona kini berada di posisi tiga dengan 54 poin dari 28 laga.

Mereka punya kans besar untuk menyalip Sevilla di peringkat dua yang mengemas 57 poin, tapi sudah 29 kali bermain.

Secara matematis, La Blaugrana juga masih berpotensi mengejar Real Madrid yang mantap di puncak klasemen sementara dengan 66 poin dari 29 laga.

Jangan lupa, berkat performanya yang kuat, Barca juga sekarang menjadi kandidat favorit peraih trofi Liga Europa.

Lantas, apa formula Xavi hingga bisa membawa Barca terbang tinggi dalam 134 hari? Dikutip dari situs EFE, Xavi dinilai telah berhasil mencapai keseimbangan antara pemain muda dan pemain berpengalaman.

Dia berperan besar mengarahkan kembali para pemain yang seperti tersesat di lapangan untuk mendapatkan kembali performa terbaiknya. Dia juga sukses menyuntikkan tenaga baru yang memberikan dampak instan bagi klub.

Pria berusia 42 tahun, yang menghabiskan seluruh karier bermainnya di Camp Nou, telah berulang kali mengatakan bahwa Barcelona harus setia pada DNA mereka: menerapkan tekanan tinggi, mengendalikan bola, dan mendominasi posisi.

“Kami masih perlu memahami cara kami ingin bermain sepak bola,” katanya beberapa minggu setelah mengambil alih kepemimpinan.

“Aneh kalau ada pemain Bara yang tidak memahami permainan posisional,” tambahnya.

Di Santiago Bernabeu akhir pekan kemarin, bagaimanapun, para pemainnya menunjukkan bahwa mereka mulai memahami pendekatan yang telah memberi Barca begitu banyak kesuksesan dalam tiga dekade terakhir.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved