Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, di Jabar Paling Meroket, Ini Detail Harganya Menjelang Ramadan

Harga minyak goreng kemasan di sejumlah wilayah ternyata relatif masih mahal menjelang Bulan Ramadhan ini. Bahkan di Jabar, harganya meroket tinggi.

Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar
Minyak goreng kemasan di sebuah supermarket wilayah Majalengka Kota melimpah, Kamis (17/3/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA – Harga minyak goreng kemasan di sejumlah wilayah ternyata relatif masih mahal menjelang Bulan Ramadhan ini. Bahkan di Jabar, harganya meroket tinggi.

Meski demikian masih ada minyak goreng curah yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Sebagaimana diketahui pemerintah merombak total kebijakan terkait minyak goreng sawit curah, dari semula berbasis perdagangan menjadi kebijakan berbasis industri.

Hal ini dilakukan karena kebijakan minyak goreng sawit curah berbasis perdagangan dinilai tidak efektif menjaga pasokan dan harga bagi masyarakat, pelaku usaha mikro, dan usaha kecil.

Berdasarkan data hargapangan.id secara rata-rata nasional, harga minyak goreng curah di pasar tradisional pada Selasa (22/3/2022), turun Rp 250 menjadi Rp 19.200 per kg.

Harga minyak goreng kemasan merek premiun juga turun Rp 300 menjadi Rp 24.300 per kg, dan untuk merek sederhana turun Rp 500 menjadi Rp 23.600 per kg.

Di pasar modern, harga minyak goreng curah dibandrol seharga Rp 14.500 per kg atau naik Rp 150.

Sedangkan harga minyak goreng kemasan premium naik Rp 450 menjadi Rp 16.000 per kg, dan untuk kemasan sederhana tetap Rp 15.800 per kg.

Mengutip situs Kementerian Perdagangan (Kemendag), terjadi kenaikan harga yang signifikan pada minyak goreng dalam sepekan.

Jika dibandingkan tanggal 14 Maret 2022, harga minyak goreng curah mengalami kenaikan 11,8 persen dari Rp 16.000 per liter menjadi Rp 17.900 per liter.

Halaman
123
Sumber: Kompas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved