Liga 1

Banyak Wasit Bikin Kontroversi di Liga 1, PSSI Berusaha Rekrut Direktur Wasit dari Jepang dan Korea

Liga 1 2021/2022 kini menyisakan dua pekan. Banyak sekali kontroversi akibat keputusan wasit yang merugikan klub.

Tribunnews/Muhammad Nursina
Wasit memberikan keputusan di laga Persib Bandung vs Bali United. Maung Bandung kalah 0-1 dari Bali United. 

TRIBUNJABAR.ID, SURABAYA- Komite Wasit PSSI Ahmad Riyadh berencana untuk mendatangkan direkrut wasit dari Jepang dan Korea Selatan.

Ketua Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh, mengaku sudah mengajukan permintaan itu ke organisasi sepak bola Asia, AFC.

Rencana itu untuk memperbaiki kinerja wasit di kompetisi sepak bola Tanah Air.

Menurutnya, sejumlah wasit di Liga 1 2021/2022 tak punya kemampuan yang cukup untuk memimpin pertandingan.

Liga 1 2021/2022 kini menyisakan dua pekan. Banyak sekali kontroversi akibat keputusan wasit yang merugikan klub.

Ahmad mengatakan keputusan wasit yang dirasa merugikan klub karena ketakmampuan wasit membuat keputusan.

Baca juga: Pelatih Persib Bandung Mengaku Trauma dengan Wasit Fariq Hitaba, 2 Laga 12 Kartu Kuning untuk Persib

"Nanti kami evaluasi kinerja wasit. Ada tim yang melihat dan memantau pertandingan antara dua tim. Per minggu sekali kami evaluasi. Kalau mengenai ketidakmampuan di lapangan akan diberhentikan dalam waktu beberapa pekan," ujar Ahmad Riyadh di Surabaya, Rabu (23/3/2022).

Ketua PSSI Jatim itu mengatakan, karena sudah memasuki akhir Liga 1 2021/2022, akan ada penilaian total untuk menentukan perbaikan ke depan soal kinerja perangkat pertandingan, terutama wasit.

"Saya minta kompetisi selanjutnya bersih dari ketidakmampuan wasit. Kami akan tes ulang fittnes, pemahaman law of the game. Kalau sudah jelas baru boleh turun (ke lapangan)," kata Ahmad Riyadh.

"Yang pasti sudah ada catatan evaluasi, terutama pelanggaran yang bisa berakibat fatal dan mengubah hasil pertandingan. Seperti tim yang harusnya degradasi ternyata lolos," imbuh pria yang juga merupakan pengacara ini.

Komite Wasit, ucapnya, bakal memberikan hukuman yang setimpal bagi wasit. Baginya, mengurus klub sepak bola bukan perkara mudah.

Baca juga: PROFIL Wasit Laga Bali United vs Arema FC, Pernah Kontroversi saat Pimpin laga Persib Bandung

"Karena manajemen klub rela merogoh kocek sampai miliaran. Jadi wasitnya harus bagus," tegas Riyadh.

Ahamd Riyadh sering mendengarkan berbagai keluhan dari perwakilan klub sepak bola. Salah satunya jam terbang wasit dinilai masih kurang.

"Keluhan mereka kami tampung dulu dan evaluasi bersama. Sekalian menunggu kedatangan direktur wasit asing. Saya lagi mengajukan ke AFC, saya minta dari Jepang dan Korea supaya waktu penugasannya sesuai dengan data," kata Riyadh.

Dia juga merencanakan, penyegaran wasit bakal digelar setelah Hari Raya Idul Fitri. Hal itu bertujuan supaya penugasannya harus benar dan tepat sasaran.

"Fitness tes merupakan ujian akhir guna menentukan apakah wasit ini layak atau tidak," ujarnya.

"Di samping itu, kami juga melibatkan tentara yang berusia sekitar 20 tahun untuk dijadikan sebagai wasit. Karena mereka ada kedisiplinan, tinggal memberikan pengetahuan peraturan wasit. Fisik mereka masih oke," kata Ahmad Riyadh.

Penulis: Febrianto Ramadani

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul PSSI Datangkan Direktur Wasit Asal Jepang dan Korea untuk Benahi Pengadil Lapangan di Liga 1

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved