Warga Cipatujah Diminta Waspada Terhadap Potensi Tsunami 23 Meter Berdasarkan Skenario BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung membuat skenario potensi tsunami akibat subduksi selatan Jawa

Grid.ID
ILUSTRASI potensi tsunami 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA- Satu relawan BPBD Kabupaten Tasikmalaya yang juga warga pesisir pantai Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, mengaku waswas karena ada skenario potensi tsunami yang dirilis BMKG.

"Kami waswas dan skenario seperti itu bisa bikin warga resah dan cemas," kata Yati, warga Kecamatan Cipatujah, yang juga relawan BPBD setempat, semalam.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung membuat skenario potensi tsunami akibat subduksi selatan Jawa di wilayah Jawa Barat.

Hal ini untuk mengetahui sebesar apa dampak yang ditimbulkan jika terjadi gempa berkekuatan M 8,7 di selatan Jawa.

Salah satu dampaknya adalah munculnya tsunami setinggi 23 meter dalam tempo belasan menit di pantai Cipatujah.

Baca juga: Potensi Tsunami di Pameungpeuk, Pemkab Garut Bangun Shelter Khusus untuk Tempat Evakuasi Warga

Menurut Yati, keresahan warga beralasan karena masih trauma dengan kejadian tsunami tahun 2009 menyusul gempa besar yang terjadi saat itu.

Kabid Darlog BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Irwan, mengatakan, BPBD selama ini rutin melakukan sosialisasi ancaman tsunami di pesisir selatan Kabupaten Tasikmalaya ini.

"Kami rutin melakukan sosialisasi, termasuk upaya mitigasi warga serta menghindari bencana," ujar Irwan.

BPBD pun telah mendapat bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam hal pemasangan rambu-rambu peringatan tsunami serta petunjuk arah evakuasi.

"Yang paling banyak adalah pemasangan rambu-rambu arah evakuasi untuk memudahkan warga atau wisatawan mengungsi jika tsunami datang," kata Irwan.

Soal skenario BMKG soal tsunami 23 meter, Irwan meminta warga waspada walau skenario itu belum tentu terjadi. 

"Warga tetap harus waspada tapi juga tak perlu panik. Mudah-mudahan tidak smpai terjadi," ujar Irwan. 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved