Universitas Terbuka Kembangkan Wirausaha Muda

Universitas Terbuka (UT) mendukung sepenuhnya rencana pemerintah guna mewujudkan Program MBKM. Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) resmi d

Dosen Prodi Kearsipan dan Prodi Perpustakaan 

TRIBUNJABAR.ID, Universitas Terbuka (UT) mendukung sepenuhnya rencana pemerintah guna mewujudkan Program MBKM. Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) resmi diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada awal tahun 2020.

Rachmaningsih menyampaikan bahwa “UT selalu berbenah demi peningkatan kualitas pendidikan, banyak program yang ditawarkan kepada mahasiswa, salah satunya adalah Program Kewirausahaan Mahasiswa.”

Koordinasi pendampingan wirausaha
Koordinasi pendampingan wirausaha ()

Tercatat pada Tahun Akademik 2022.1, UT membuka pendaftaran pengajuan proposal Program Kewirausahaan Mahasiswa. Seluruh mahasiswa UT pada setiap UPBJJ, memiliki kesempatan sama untuk mengajukan proposal di bulan Januari.

Heterogenitas mahasiswa UT yang tersebar di seluruh Indonesia tidak menyurutkan semangat. Ir. Herwati Dwi Utami., M.Hum. selaku Kaprodi Kearsipan dan Majidah., S.Sos., M.Ikom selaku Kaprodi Ilmu Perpustakaan bekerjasama untuk menyampaikan informasi pembukaan proposal Program Kewirausahaan Mahasiswa melalui komunitas mahasiswa.

Seluruh proposal yang masuk melalui aplikasi SIMPENMAS-UT dilakukan proses blind-review untuk menentukan kelayakan usaha mahasiswa untuk didampingi dan didanai.

Salah seorang dosen senior yang berpengalaman pada kegiatan PKM, drh.Santi Dewiki., M.Kes memberikan penjelasan bahwa Program Kewirausahaan, bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang memiliki minat berwirausaha untuk mengembangkan usahanya lebih dini dan terbimbing, sebagai kontribusi dalam menstimulus lahirnya wirausaha baru dan mendorong pengembangan usaha mahasiswa yang sudah ada dengan dukungan dan pendampingan dari program studi.

Mahasiswa yang mengikuti Program Kewirausahaan dibimbing oleh Dosen Program Studi, untuk melakukan monitoring secara daring/tatap muka sebanyak 1 sampai 2 kali selama Program Kewirausahaan.

Rachmaningsih menyampaikan bahwa “Sebagai lembaga pendidikan tinggi, UT bertanggungjawab untuk mendidik mahasiswa sehingga kompetensi meningkat baik softskill maupun hardskill. Harapannya mahasiswa tersebut memiliki kesiapan untuk membuka lapangan pekerjaan baru. Mengelaborasikan pengetahuan, pengalaman dan minat mahasiswa selama belajar di UT”.

Tahap demi tahap pengajuan Program Kewirausahaan Mahasiswa telah ditempuh, dan pada tanggal 08 Maret 2022 melalui LPPM-UT mengumumkan daftar proposal lolos yang layak untuk didampingi dan didanai.

Salah satu proposal yang lolos berjudul Integrasi Arsip Bisnis Guna Menguatkan Travel Lokal Pasca Pandemi yang diusulkan oleh ketua tim Sri Afaf Afifah, adapun dosen pembimbing Dewi Maharani Rachmaningsih., S.Hum., M.A.

Minggu (20/03/2022) dilaksanakan proses pendampingan pertama bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan usaha mahasiswa. Mahasiswa dan dosen pembimbing menyepakati perlunya strategi untuk mengembangkan bisnis/usaha (travel) milik mahasiswa.

“Kami melakukan brainstorming khususnya kaitannya dengan peran matakuliah sebagai landasan ilmu mahasiswa, mereka belajar perlunya arsip bisnis, bagaimana penelusuran literatur, dan beberapa matakuliah inti program studi dalam menunjang keberhasilan wirausaha.” ujar Rachmaningsih.

Herwati dan Majidah bersepakat untuk selalu mendukung segala bentuk kegiatan positif yang dilakukan oleh mahasiswa, khususnya di Program Studi Kearsipan dan Program Studi Perpustakaan.

Mereka berharap Program Kewirausahaan sejenis semakin maju dan di tahun berikutnya semakin banyak mahasiswa yang terjaring untuk kolaborasi, berjalan beriringan, sukses bersama Universitas Terbuka.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved