Superball

Setelah Chelsea, Manchester City Terancam Kena Sanksi Pemerintah Inggris, Terkait Putin Juga?

Setelah Roman Abramovich, pemilik Chelsea, Manchester City terindikasi menjadi klub terbaru yang pemiliknya masuk pantauan pemerintah Inggris. 

Editor: Hermawan Aksan
Twitter @Man_citynews
Striker Manchester City Brasil Gabriel Jesus merayakan dengan rekan satu timnya setelah dia mencetak gol pembuka timnya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Chelsea dan Manchester City di Stamford Bridge di London pada 25 September 2021. 

TRIBUNJABAR.ID - Setelah Roman Abramovich, pemilik Chelsea, Manchester City terindikasi menjadi klub terbaru yang pemiliknya masuk pantauan pemerintah Inggris. 

Pemerintah Inggris mencekal Roman Abramovich sebagai konsekuensi invasi Rusia ke Ukraina. 

Roman Abramovich, yang merupakan pengusaha asal Rusia, mendapat sanksi karena disinyalir memiliki hubungan dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin

Walau masih bisa menjalani pertandingan Liga Inggris, Chelsea tidak bisa melakukan sejumlah aktivitas ekonomi. 

Baca juga: Chelsea Kena Imbas Pembekuan Aset Roman Abramovich, The Blues Akan Terlilit Utang 1,5 Miliar Pound

Beberapa nama disebut ingin mengambil alih aset Abramovich, tetapi belum ada persetujuan yang terjalin. 

Setelah Chelsea dan Roman Abramovich, Manchester City diindikasikan menjadi klub berikutnya yang harus waspada. 

Seperti dikutip BolaSport.com dari AS English, Man City mulai dipantau pemerintah Inggris terkait pemilik klub mereka. 

Manchester City saat ini berada di bawah kepemilikan Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, yang merupakan Wakil Perdana Menteri Uni Emirat Arab. 

Baca juga: CHELSEA Kalahkan Penakluk Manchester United dan Tottenham Hotspur, Melaju ke Semifinal Piala FA

Sheikh Mansour pekan pekan lalu bertemu dengan Presiden Suriah, Bassar al-Asaad, yang juga sekutu Vladimir Putin

Aktivitas itulah yang diindikasikan membuat Man City dan Sheikh Mansour berada pada posisi rawan di mata pemerintah Inggris.

Apalagi, pertemuan Sheikh Mansour dan Bassar al-Assad sudah membuahkan kritik dari politisi Negeri Ratu Elizabeth II. 

Seorang politikus Partai Buruh, Chris Bryant, adalah sosok yang angkat bicara.

Bryant adalah ketua grup parlemen antarpartai Inggris yang secara khusus berfokus ke konflik Rusia dan Ukraina. 

Ia mempertanyakan kepantasan Sheikh Mansour sebagai pemilik Man City. 

Halaman
12
Sumber: BolaSport.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved