Pusat Vulkanologi Sebut Gempa Diawali Gemuruh Sesar Cimandiri, Akibat Dari Guncangan Lapisan Tanah

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan adanya gemuruh saat terjadinya gempa bumi 3,2 magnitudo

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Darajat Arianto
BMKG
Gempa yang terjadi di Sukabumi, Selasa (22/3/2022). 

Laporan Kontributor Kota Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan adanya gemuruh saat terjadinya gempa bumi 3,2 magnitudo di titik sesar Cimandiri Sukabumi, Selasa (22/3/2022).

Koordinator Mitigasi dan Gempa Bumi PVMBG Supartoyo mengatakan, suara gemuruh kemungkinan besar bersumber dari guncangan lapisan tanah.

"Suara gemuruh itu kemungkinan menurut saya guncangan dari tanah di sekitarnya. Apalagi daerah sana itu kan batuannya lunak dan tanah pelapukan yang merupakan endapan sungai dari cimandiri yang ada di kanan kirinya," ujar Supartoyo saat dihubungi awak media, Selasa (22/3/2022). 

Menurutnya, tanah di Sesar Cimandiri dan wilayah sekitarnya memiliki sifat lepas, lunak, terurai dan belum kompak. “Kompak maksudnya bahasa sundanya muruluk,” tuturnya. 

Supartoyo menegaskan, alur sesar tersebut merekomendasikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat tidak boleh dijadikan tempak pemukiman. 

"Sebenarnya di jalur sesarnya itu tidak direkomendasikan untuk pemukiman, pada garisnya loh ya. Tapi kalau di luar garisnya boleh dengan persyaratan dibangun dengan bangunan tahan gempa bumi lalu menyiapkan tempat dan lokasi untuk evakuasi bila sewaktu-waktu terjadi gempa bumi," jelasnya.

Warga yang tinggal di sekitar pun harus berlatih mengenai upaya penyelematan apabila terjadi guncangan gempa bumi. Ditanya soal upaya mitigasi, pihaknya menyebut sudah membuat peta rawan bencana untuk diambil kebijakan oleh Pemerintah Daerah. 

Baca juga: Siswa PAUD di Sukabumi Berhamburan, Rasakan Gempa Tadi Pagi, Pusat Lindu di Perbatasan Cianjur

“Nanti tinggal dieksekusi sama pemerintah daerah dengan data dasar dari Badan Geologi, mungkin bisa membantu upaya mitigasi seperti melalui UU 24/2007 tentang penanggulangan bencana maupun UU 26/2007 hubungannya dengan tata ruang,” imbuhnya. 

Supartoyo juga menjelaskan, Sesar Cimandiri ini terbagi menjadi tiga segmen, yakni bagian barat berada di Cibuntu, segmen tengah di Padabeunghar dan segmen timur di Baros

"Jadi sebenarnya wilayah yang terletak dengan garis sesar ini merupakan wilayah kalau gempanya bersumber dari segmen guncangannya paling kuat dibanding wilayah yang lebih jauh dari segmen, potensi bahayanya akan lebih besar," pungkasnya.

Sebelumnya, Gempa Bumi yang menguncang titik sesar Cimandiri 3,2 Magnitudo, sekiatr pukul 08.52 WIB berada di 14 KM Tenggara Kota Sukabumi, Selasa (22/3/2022).

Episentrum titik gempa terletak pada koordinat 6.95 LS dan 107.06 BT, kedalaman 18 kilometer. 

Berdasarkan penulusuran titik kordinat episentrum melalui goegle map, titik gempa menunjukan diliwilayah perbatasa Desa Bencoy Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi dengan Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved