Mengenang Perjuangan Nabi Sebarkan Al Quran dengan Lomba Menulis Al Quran yang digelar Quran Cordoba

Lomba menulis Al Quran secara daring digelar Quran Cordoba dengan tema QuTulis Indonesia, Indonesia Cinta Menulis Al Quran

Istimewa
Lomba tulis Al Qur'an secara daring yang digelar Quran Cordoba 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lomba menulis Al Quran secara daring digelar Quran Cordoba dengan tema QuTulis Indonesia, Indonesia Cinta Menulis Al Quran.

Lomba diawali dengan tausyiah dari Bunda Kurnia Widhiatuti, Bunda Ari Indriyani, dan Kang Nugie Al Afgani. Tulisan para peserta kemudian dilombakan dengan total hadiah Rp 10 juta.

Direktur Utama Quran Cordoba, Usman El Qurtuby menyampaikan awalnya para peserta mendaftar untuk ikut lomba menulis Al Quran secara online melalui google form. Lalu, Al Quran yang telah ditulis difoto dan diposting di instagram peserta masing-masing.

"Kami menilai dari kerapihan dan kebagusan dalam penulisan. Juara pertama akan dapatkan Rp 3 juta, juara kedua mendapat Rp 2,5 juta, dan juara ketiga mendapat Rp 1,5 juta. Kami juga berikan hadiah ke tiga juara harapan dengan masing-masing Rp 1 juta, serta ada 50 merchandise untuk 50 orang peserta," katanya, Sabtu (19/3/2022) melalui zoom.

Usman juga menambahkan bahwa kegiatan ini salahsatu rangkaian acara milad mereka serta sebagai program di Ramadan nanti. Dia menegaskan pihaknya akan selalu berkomitmen mengajak masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan yang berhubungan dengan Alquran, karena Cordoba melihat ada ruang yang bisa dimanfaatkan dalam memberikan sesuatu yang berguna.

Salah seorang peserta lomba, Amalia Nurjanah mengaku sangat antusias dan senang adanya kegiatan lomba menulis Alquran ini. Dia membayangkan betapa luar biasa para sahabat nabi ketika dahulu dalam menyebarluaskan Al Quran.

"Terharu banget sih, saya membayangkan betapa perjuangan para sahabat nabi dahulu dalam menyebarkan Al Quran begitu berat melalui pelepah kurma dan lainnya hanya dengan tulis tangan belum secanggih saat ini ada percetakan. Semoga kegiatan semacam ini sering digelar," katanya.

Pemkot Bandung sejak dipimpin almarhum Oded M Danial sempat menggulirkan program menulis Al Quran atau yang lebih dikenal disebut Geulisan.

Sejumlah elemen masyarakat, mulai anak jalanan, pemuda hijrah, anak-anak pengidap Thalasemia, murid sekolah, hingga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung mengimplementasikan program ini.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved