Ridwan Kamil: Pemda Cari Cara Jaga Stok dan Harga Kebutuhan Pokok, Bila Perlu Gelar Operasi Pasar

Menurut Kang Emil, operasi pasar tidak didesain untuk selamanya karena dibatasi oleh stok dan situasi lapangan.

TRIBUNCIREBON.COM/AHMAD IMAM BAEHAQI
Gubernur Jabar Ridwan Kamil, saat konferensi pers seusai peresmian revitalisasi Pasar Pasalaran dan Pasar Kue, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jumat (4/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan pemerintah daerah akan mencari cara untuk mengatasi gejolak harga minyak goreng di masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.

Semua demi menjaga ketahanan pangan. Jika diperlukan, caranya melalui operasi pasar (OP). Menurut Kang Emil, operasi pasar tidak didesain untuk selamanya karena dibatasi oleh stok dan situasi lapangan.

"Ini sungguh menjadi sebuah fenomena yang membuat prihatin," tulis Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, dalam akun instagram miliknya @ridwankamil.

Dalam cuitannya Kang Emil menulis, "Aturan HET (harga eceran tertinggi) sudah dicabut Kemenko Perekonomian, tidak lagi Rp 14 ribu, tetapi diserahkan pada fluktuasi pasar. Sehingga terpantau harga 1 liter migor kemasan bisa Rp 23 ribu - Rp 25 ribu. Minyak curah no kemasan akan tetap di 14 ribu karena akan ada subsidi."

Walau produksi dan distribusinya adalah kewenangan pusat, katanya, jika ada masalah di lapangan, bagaimana pun pemerintah daerah juga terus mencari cara agar kebutuhan pokok ini selalu tersedia dan selalu terjangkau harganya.

Baca juga: YLKI Duga Ada Praktik Kartel, Ini Daftar 3 Perusahaan Produsen Minyak Goreng Terbesar di Indonesia

"Saya perintahkan Kadis Indag untuk fokus di bulan-bulan ini menjelang Hari Besar dan Keagamaan Nasional (HBKN) untuk berkeliling melakukan pemantauan kondisi di 27 kota/kabupaten," tulisnya.

Ia berharap pemerintah pusat bisa menemukan solusi yang konkret dan berkelanjutan secepatnya. Tidak hanya dari sisi suplai, tapi juga manajemen distribusinya dan keterjangkauan harganya.

"Doa dari saya, semoga bapak ibu semua, Allah mudahkan dan diberi kelimpahan rezeki. Aamiin," katanya.

Kementerian Perdaganan sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 11 tahun  2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Curah yaitu sebesar Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kg sudah termasuk pajak penambahan nilai.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jabar Iendra Sofyan menambahkan, operasi pasar dilakukan dalam situasi menjaga ketahanan pangan seperti HBKN di antaranya menjelang Ramadan dengan beberapa kriteria di antaranya lokasi dan sasaran yang tepat.

"Kami berencana melakukan OP menjelang Idulfitri untuk komoditas minyak goreng, tepung, hingga gula kristal. Tapi masih menunggu berapa jumlah penerimanya dan petunjuk pelaksanaan dari Bapak Gubernur," katanya.

Selain itu, melalui PT Agro Jabar yang merupakan BUMD bidang pangan ikut menjaga ketersediaan. Diharapkan masih ada stok dengan harga HET sebelumnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved