Ogah Dicap Anak Manja, Dara Cantik Ini Buktikan Mampu Kembangkan Usaha Keluarga, Kini Omzet Rp 3 M

Bisnis di bidang kuliner memiliki tantangan tersendiri. Sebab, pasarnya sangat luas karena merupakan kebutuhan pokok setiap orang.

Istimewa
Chaterine Nathasa (22), dara cantik asal Bandung ini memproduksi SP atau bahan pengembang kue dan selai. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Industri kuliner tidak pernah sepi dari inovasi. Di tangan orang-orang kreatif, selalu hadir produk baru meramaikan pasar kuliner.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Chaterine Nathasa (22), dara cantik asal Bandung ini memproduksi SP atau bahan pengembang kue dan selai.

Chachanels, sapaan akrabnya, merupakan anak pertama dari David Heriawan, seorang pengusaha sukses asal Bandung. Di usianya yang sangat muda, Chachanels dipercaya menjadi direktur di PT Carlosindo Utama, divisi food.

Baca juga: Sensasi Seblak Memakai Cobek, Tempat Kuliner di Subang Ramai Dengan Penyajiannya yang Unik 

"Meskipun divisi makanan ini berdiri dengan PT papa, tidak jadi alasan buat saya malas atau bergantung pada orang tua," ujar Chachanels, dalam keterangannya, Kamis (17/3/2022).

Chachanels mengaku turun langsung dalam bisnisnya, mulai dari manajemen, produksi, marketing, dan mengurus keuangan.

Menurutnya, bisnis di bidang kuliner memiliki tantangan tersendiri. Sebab, pasarnya sangat luas karena merupakan kebutuhan pokok setiap orang.

"Prospek makanan itu sangat bagus dan menarik. Setiap manusia membutuhkan makanan dan itu adalah kebutuhan pokok," katanya.

Adapun alasannya memilih memproduksi SP dan selai, lantaran melihat cafe dan bakery yang terus tumbuh di berbagai daerah.

"Selai dan SP sangat dibutuhkan untuk industry cafe dan bakery. Sangat menarik dan berkembang, nantinya akan menjadi gaya hidup seperti,sarapan yang simple roti dengan selai. Afternoon tea cake dengan kopi teh hangat dan produk SP juga banyak dipakai di industry cake dan bolu," ucapnya.

Saat ini, usahnya sudah berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan distributor untuk pasar Nasional seperti ke Palembang, Surabaya, Semarang, Makassar, dan Jawa Barat.

Baca juga: Apa Itu Kue Keranjang dan Bagaimana Sejarahnya Selalu Ada setiap Imlek serta Maknanya Apa?

"Omsetnya mencapai Rp 3 miliar perbulan, bisa di atas itu apalagi menjelang hari besar seperti lebaran orang butuh kue, natalan dan lain-lain," katanya.

Ia berharap, perusahaannya dapat terus berkembang. Sebab, kata dia, makanan adalah kebutuhan pokok manusia dan cake selalu menjadi pendukungnya.

"After meal, lunch, atau dinner dessert di setiap restaurant atau cafe dan akan menjadi gaya hidup khususnya sangat diminati di kalangan anak muda. Dukungan, kritik dan saran tetap kami butuhkan untuk perbaikan masa depan," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved