Moge Tabrak Bocah Kembar

Dua Pengendara Moge Penabrak Bocah Kembar Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan?

Kuasa hukum HDCI mengurus dua anggotanya yang ditahan di Polres Ciamis, setelah jadi tersangka penabrak bocah kembar di Pangandaran.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar / Andri M Dani
Dua moge maut yang menewaskan 2 bocah kembar di jalan raya Banjarsari-Pangandaran di Blok Kedungpalumpung Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang Pangandaran Sabtu (12/3) pukul 13.15 lalu kini sudah diamankan di Polres Ciamis (foto/tribunjabar/andri m dani) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Bandung, Glenarto, memastikan bakal memberikan bantuan hukum terhadap dua anggotanya yang ditetapkan sebagai tersangka.

Glen mengatakan, saat ini tim dari kuasa hukum HDCI yang mengurus dua anggotanya yang ditahan di Polres Ciamis, setelah jadi tersangka penabrak bocah kembar di Pangandaran.

"Yang jelas, kami dari HDCI Bandung memberikan pendampingan hukum kepada anggota kami," ujar Glen saat dihubungi melalui sambuangan telepon, Kamis (17/3/2022).

Pihaknya belum mengetahui apakah akan mengajukan penangguhan penahanan untuk dua anggotanya tersebut.

Baca juga: Terungkap, Bocah Kembar yang Ditabrak Moge Itu Ternyata Menyeberang di Zebra Cross, Ini Kata Guru

"Kami belum ini ke arah sana. Biarkan bagian hukum yang akan mengolahnya nanti. Kita tetap mengikuti saja seperti apa prosedurnya," katanya.

Sebelumnya, berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan Polres Ciamis, ditemukan unsur kelalaian dari pengendara moge hingga menabrak dua bocah kembar.

"Jadi, sesuai dengan alat bukti yang kita peroleh dari cek tempat kejadian perkara (TKP), kemudian kondisi jalan, kemudian faktor dari teknis kendaraan."

"Kami peroleh ada kelalaian dari pengemudi sehingga bisa ditetapkan sebagai penyebab kecelakaan tersebut," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Keduanya dikenai Pasal 310 Ayat 4 UU Nomor 22 tahun 2009, terkait dengan UU LLAJ.

"Ancaman hukumannya bisa sampai enam tahun," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved