Tabrak Bocah Kembar, Ternyata Dua Moge Itu Bermasalah, Kedua Pengendaranya pun Jadi Tersangka

Moge merah berpelat nomor D 1993 NA ternyata tidak terdaftar di kepolisian alias bodong, lalu moge silver dengan pelat nomor B 6227 HOG, diduga belum

Tribun Jabar / Andri M Dani
Dua moge maut yang menewaskan 2 bocah kembar di jalan raya Banjarsari-Pangandaran di Blok Kedungpalumpung Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang Pangandaran Sabtu (12/3) pukul 13.15 lalu kini sudah diamankan di Polres Ciamis (foto/tribunjabar/andri m dani) 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS– Dua sepeda motor gede (motor gede) yang terlibat dalam kecelakaan maut yang menewaskan dua bocah kembar, ternyata bermasalah.

Tabrakan maut itu terjadi yang melibatkan dua moge itu di Jalan Raya Banjarsari–Pangandaran, Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (12/3) siang lalu.

Moge merah yang menggunakan pelat nomor D 1993 NA ternyata tidak terdaftar di kepolisian alias bodong, lalu moge silver dengan pelat nomor B 6227 HOG, diduga belum dibayarkan pajaknya.

Tidak terdaftarnya moge merah, yang kemarin sudah dicopot pelat nomornya itu diungkapkan Kasat Lantas Polres Ciamis, AKP Zanuar Cahyo Wibowo, kepada Tribun, Selasa (15/3).

“Moge yang merah memang tidak terdaftar pada kepolisian, sedangkan yang satu lagi (silver) terdaftar di kepolisian,” ujarnya.

Dua motor gede yang menabrak dua bocah kembar di Pangandaran hingga meninggal dunia.
Dua motor gede yang menabrak dua bocah kembar di Pangandaran hingga meninggal dunia. (Tribun Jabar/Padna)

Baca juga: Ketua HDCI Bandung Ungkap Kondisi Pengendara Moge yang Ditahan di Polres Ciamis Seusai Tabrak Bocah

Terkait moge warna silver yang diduga belum dibayarkan pajaknya, kata Zanuar, tentu harus ditelusuri ke Bapenda Jakarta. "Yang pasti, moge yang ini (silver) terdaftar di kepolisian,” ujar Zanuar.

Kecelakaan maut  yang menewaskan anak kembar Hasan Firdaus (8) Husen Firdaus (8), terjadi sekitar pukul 13.15.

Saat itu, moge merah, yang dikendarai Angga Permana Putra dan moge silver yang dikendarai Agus Wandri, tengah meluncur cepat dari arah Padaherang menuju arah Kalipucang.

Saat yang sama Husen dan Hasan yang berjalan kaki tengah menyeberang jalan dari arah kanan jalan. Cepatnya kendaraan membuat kedua pengendara moge tak sanggup menghindari Husen dan Hasan.

Husen tertabrak oleh moge merah, sementara Hasan yang berjalan di samping Husen tertabrak moge silver.

Kedua bocah sempat dibawa ke Puskesmas Kalipucang. Namun, mereka diduga meninggal di lokasi kejadian.

Kapolres Ciamis, AKBP Tony Prasetyo, mengatakan kedua pengendara moge ini sudah mereka tetapkan sebagai tersangka.

Penetapan tersangka dilakukan setelah jajaran Polres Ciamis bersama Direktorat Polda Jabar melakukan ggelar perkara di Polres Ciamis, Senin (14/3) malam.

Baca juga: Kronologi Lengkap Bocah Kembar Tewas Ditabrak Moge, Polisi Ungkap Siapa yang Pertama Kali Menabrak

Kedua terancam ketentuan pasal 310 UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan dengan ancaman maksimal 6 tahun kurungan penjara dan denda Rp 12 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved