Soal Logo Halal, Wagub Jabar Sampaikan Kaligrafi Harusnya Mudah Dibaca, Warna Hijau Lebih Pas

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, turut menyampaikan pendapatnya terkait dengan logo halal yang baru dipublikasikan oleh Kementerian Agama

Kementerian Agama RI
Logo label halal MUI yang baru dan mulai berlaku 1 Maret 2022 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, turut menyampaikan pendapatnya terkait dengan logo halal yang baru dipublikasikan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Menurut sosok Panglima Santri Jabar ini, yang terpenting adalah substansi, bahwa masyarakat khususnya yang beragama Islam, dapat dengan mudah mengidentifikasi kehalalan produk khususnya makanan yang hendak dikonsumsi.

Sehingga, ia menyarankan agar logo halal mempunyai design atau kaligrafi halal yang mudah dibaca, dan dipahami warga muslim.

Ia memberi masukan bahwa pemakaian warna hijau dalam logo akan lebih cocok karena warna ini sudah sejak lama identik dengan identitas agama Islam.

"Sekarang ada perubahan logo halal yang kewenangannya berpindah dari MUI ke Kemenag, sebetulnya memang wajar ada perubahan bentuk warna dan lainnya," ungkap Pak Uu, sapaan karib Wagub Jabar, Rabu (16/3).

"Manusia selalu ingin ada pembeda dengan yang lainnya, seorang pemimpin selalu ingin ada pembeda dengan pemimpin sebelumnya. Sebenarnya itu manusiawi," tambahnya.

Lebih lanjut, Ia meminta Kemenag ataupun pihak terkait segera memberi penjelasan dan sosialisasi terkait makna dari logo halal yang baru tersebut. Sehingga tidak ada penafsiran yang simpang siur beredar di masyarakat.

"Terpenting terbangunnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, kalau ada komunikasi yang baik kebijakan apapun diharapkan bisa diterima," ucapnya.

Sehingga, katanya, pemerintah bisa langsung menyampaikan informasi ke masyarakat lewat sosialisasi.

"Saya secara pribadi karena yang namanya halal sangat penting, kami ingin logo halal ini huruf warna jelas tidak dikaligrafi yang sulit dibaca dan kalau warna hijau menurut kami warna yang pas," ucap orang nomor dua di Jabar ini.

"Hijau identik agama Islam, religius ke- Islaman, disamping warna, (kaligrafi) huruf Arab yang jelas. Substansinya agar masyarakat tidak bingung tentang kehalalan suatu produk khususnya makanan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved