PROFIL Wasit Laga Bali United vs Arema FC, Pernah Kontroversi saat Pimpin laga Persib Bandung

Laga Bali United vs Arema FC pada Selassa (15/3/2022) diwarnai kontroversi. Laga itu berakhir dengan kemenangan untuk Bali United dengan skor 2-1.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Mega Nugraha
Tribunnews/Muhammad Nursina
Tiga penggawa Bali United, Ilija Spasojevic, Privat Mbarga dan Eber Bessa melakukan selebrasi untuk gol kedua yang dijaringkan ke gawag Barito Putera di pekan ke-18 BRI Liga 1 2021, Minggu (9/1/2022). 

Greg Nwokolo yang memberikan umpan matang ke tengah kotak penalti yang diterima Aleksandar Rakic. Tanpa kawalan, Aleksandar Rakic bukannya menendang ke gawang melainkan memberikan umpan pada Diego Assis yang berada di sisi kirinya.

Ruang tembak Diego Assis langsung ditutup oleh Achmad Jufriyanto. Namun, gelandang asal Brasil, kelahiran 14 September 1987 tersebut, tidak hilang akal, ia memindahkan bola dari kaki kanan ke kaki kirinya sambil menjatuhkan diri, guna lepas dari kawalan Achmad Jufriyanto.

Situasi itu pun membuat Faulur Rosy menunjuk titik putih karena menganggap Jupe melakukan pelanggaran di kotak terlarang, yang sukses dieksekusi  Alberto Goncalves pada menit 64, sekaligus menutup kemenangan bagi Madura United.

Karena keputusan yang kontroversi itu, sosok wasit Faulur Rosy pun menjadi perhatian pencinta sepak bola, termasuk bobotoh. Lalu, sosok wasit Faulur Rosy pun trending di media sosial.

Bahkan, kekecewaan terhadap kepemimpinan Faulur Rosy di laga tersebut, diluapkan oleh kapten Persib, Supardi Nasir usai pertandingan.

“Terus terang saya kecewa dengan kepemimpinan wasit, terlalu banyak keputusan yang merugikan kami,” ujarnya.

Supardi menambahkan, untuk apa para pemain latihan setiap hari, pagi sore, tapi dalam pertandingan, selalu terjadi faktor non teknis yang dapat menentukan hasil akhir pertandingan dan memberikan keuntungan bagi salah satu tim yang bertanding.

"Kalau seperti ini terus, mau ke mana arah sepak bola kita. Sesuatu yang lucu saya pikir, kami seolah tidak boleh merebut bola, jadi harus merebut bola seperti apa? Sentuh dikit jatuh, foul, sepak bola harusnya seperti apa? Maunya seperti apa? Kami bingung main bolanya,” ucapnya geram.

Menurut Supardi Nasir, hal-hal non teknis seperti ini di luar kuasa para pemain. Karena tugas para pemain hanya memberikan yang terbaik bagi tim yang dibelanya masing-masing.

“Kami cuma bisa kerja keras dan ikhtiar yang terbaik, untuk meraih kemenangan,” katanya (Cipta Permana).

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved