Lantik Ketua dan Wakil Baznas Purwakarta, Bupati Anne Berharap Dorong Ekonomi Masyarakat Tak Mampu

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika melantik ketua dan wakil ketua Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Purwakarta periode 2022-2027. 

Dok. Diskominfo Purwakarta
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika saat melantik Ketua dan Wakil Ketua Baznas periode 2022-2027 di Bale Sawala Yudistira, Perkantoran Pemkab Purwakarta, Rabu (16/3/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Purwakarta, Dwiky Maulana Vellayati 

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika melantik ketua dan wakil ketua Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Purwakarta periode 2022-2027. 

Dalam kesempatan acara tersebut, Bupati Purwakarta juga menerima penghargaan sebagai tokoh penggerak zakat Nasional oleh Baznas RI, Rabu (16/3/2022). 

"Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pimpinan pasel ini dari beberapa bulan yang lalu tahun 2021 melaksanakan proses dalam perekrutan pemilihan dan kemudian penetapan ketua serta komisioner baznas Kabupaten Purwakarta," ujar Anne di Bale Sawala Yudistira, Lingkungan Pemkab Purwakarta. 

Menurut Anne, mereka yang sudah terpilih dari sekian banyak pilihan yang terbaik ini akan dilakukan atau dilantik menjadi ketua dan komisaris definitif untuk periode 5 tahun ke depan 2022-2027. 

Dengan demikian, tentu banyak harapan bahwa ini akan menjadi penggerak berbagai macam masalah sosial di masyarakat, termasuk ke dalam mendorong ekonomi dalam masyarakat yang kurang mampu dan berbagai masalah umat yang dihadapi. 

"Ini akan menjadi solusi nanti dibantu oleh Baznas Kabupaten Purwakarta. Saya selaku Bupati siap untuk mendukung mendorong seluruh program yang sudah dicanangkan oleh pimpinan ketua dan komisioner baznas Kabupaten Purwakarta untuk 5 tahun ke depan, Pemda siap memfasilitasi program Baznas," katanya. 

Sementara itu, pimpinan Baznas RI pembina Wilayah II Rizaludin Kurniawan mengatakan, PR penanggulangan kemiskinan Pemerintah Daerah merupakan PR Baznas sendiri. 

Menurut Rizaludin, Pemerintah Daerah akan melakukan langkah dengan program penanganan kemiskinan maka Baznas wajib hadir dan berkontribusi. Pasalnya, hal tersebut merupakan tugas dari undang-undang zakat 23 tahun 2011. 

"Berdiri nya zakat ada dua manfaatnya menurut Negara yang pertama agar memanfaatkan secara efektif dan efesien yang kedua agar memberikan manfaat yang besar kepada kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan," ucap Rizaludin Kurniawan. 

Selain itu juga, Rizaludin menjelaskan, kata undang-undang sudah jelas dan tentunya amanat dari Allah lebih jelas lagi. Aznaf delapan penerima zakat ada dua golongan yang pertama dan utama disebutkan adalah fakir dan miskin. 

"Jadi itulah peran adanya baznas, seperti susahnya anggaran negara dalam pengelolaan maka baznas sebagai solusinya, untuk itu kami mohon kepada pembina dan dewan syari'ah pada konstek undang-undang masyarakat itu menjadi pembina," ujar Rizaludin. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved