Datangi Distributor Minyak Goreng, Kapolresta Cirebon Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying

Di gudang tersebut, persediaan minyak goreng masih mencukupi, bahkan pasokan dari produsennya pun ditambah hingga lebih dari 70 persen.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman (kedua kiri), saat mengecek persediaan minyak goreng di gudang distributor di Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Rabu (16/3/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, mengimbau masyarakat tidak panic buying dalam menyikapi kelangkaan minyak goreng.

Sebab, menurut dia, panic buying diduga menjadi salah satu penyebab kelangkaan minyak goreng di wilayah hukum Polresta Cirebon.

Bahkan, Arif telah mendatangi langsung distributor minyak goreng, PT Satria Buana Sakti di Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Rabu (16/3/2022).

Baca juga: Soal Harga Minyak Goreng Premium Tak Ada Subsidi, Kadisperindag Kota Bandung Sampaikan Begini

Di gudang tersebut, persediaan minyak goreng masih mencukupi, bahkan pasokan dari produsennya pun ditambah hingga lebih dari 70 persen.

"Pasokan minyak goreng dari produsen ke distributor ini ditambah, dari 250 ton menjadi 350 ton," ujar Arif Budiman saat ditemui usai mengecek minyak goreng di gudang tersebut.

Ia mengakui, kelangkaan minyak goreng di pasaran meski pasokannya ditambah, dikarenakan tingginya permintaan dari masyarakat.

Karenanya, tingginya permintaan tersebut membuat persediannya cepat habis sehingga jajarannya bakal mengedukasi masyarakat agar tidak panic buying.

"Fenomena panic buying ini harus dihindari, karena berdampak pada ketersediaan minyak goreng di pasaran," kata Arif Budiman.

Arif memastikan, Polresta Cirebon bakal terus memantau penjualan minyak goreng di Kabupaten Cirebon untuk mengantisipasi penimbunan.

Baca juga: Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi Sudah 2 Kali Mangkir dari Panggilan DPR RI Terkait Minyak Goreng

Bahkan, pihaknya juga tidak hanya mengamankan jalur pendistribusiannya, tetapi termasuk memantau harga jualnya sesuai aturan pemerintah, yakni Rp 14 ribu perliter.

"Kami mengimbau, pihak distributor di wilayah hukum Polresta Cirebon menjual minyak goreng sesuai HET yang ditetapkan pemerintah," ujar Arif Budiman.

Dalam pengecekan kali ini, pihaknya memastikan stok minyak goreng masih mencukupi dan harga jualnya sesuai ketetapan pemerintah.

Bahkan, pihak distributor juga mewanti-wanti penjual di bawahnya untuk tidak menaikkan harga minyak goreng dan tidak menimbunnya.

"Dari distributor sudah disiapkan upaya pencegahannya, dan kami akan mengontrol lapangannya untuk mencegah ulah oknum tidak bertanggung jawab," kata Arif Budiman.

Baca juga: Wabup Garut Helmi Budiman Antre Minyak Goreng Bareng Emak-emak di Swalayan, Ternyata Ini Tujuannya

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved