Bocah Kembar yang Tewas Ditabrak Pengendara Moge Itu Sering Bantu Bapaknya yang Renta Cari Uang

Kasus bocah kembar Hasan Husen di Pangandaran ditabrak pengendara moge menyisakan cerita miris

Penulis: Padna | Editor: Mega Nugraha
padna/tribunjabar
TKP bocah kembar tertabrak rombongan moge di Jalan Raya Kalipucang-Pangandaran, Minggu (13/3/2022) siang. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN  – Kasus bocah kembar Hasan Husen di Pangandaran ditabrak pengendara moge menyisakan cerita miris.

Ayah Hasan Husen, Wasmo (67) bercerita soal cita-citanya menjadikan anaknya itu jadi kyai.

"Tadinya, Saya ingin mereka jadi ajengan, dua duanya juga ingin jadi ajengan," ucapnya.

Ia mengungkapkan, bahwa Ia dan istrinya sangat merasa kehilangan Hasan dan Husen, yang awalnya Ia harapkan menjadi penerus bagi keluarganya.

Karena keinginan menjadi ajengan, ia mengaku ada rencana untuk mengirim si kembar ke pesantren.

"Mereka itu selalu semangat kalau pergi ngaji iqro, dan biasanya ngaji ke sebrang jalan," kata Wasmo.

Di mata keluarga, bocah kembar itu merupakan anak baik, meskipun kadang diantara keduanya suka bertengkar.

"Kalau pake baju ada yang beda jadi pasisirik (cemburu), apalagi kalau dikasih uang dengan jumlah berbeda, semuanya harus sama," kata Ia.

Keduanya juga suka sekali jajan, saat pergi ke warung biasanya malah dikasih oleh pemilik warung.

Sekarang ini, Wasmo mengaku sudah jarang turun ke sawah, karena kondisi tubuhnya yang sudah lemah.

"Paling juga sesekali saja, nyari udang, ikan, atau mijat," katanya.

Menurutnya, ketika si kembar masih hidup, biasanya ada pesanan udang atau ikan dari guru mereka.

"Biasanya, yang bawa pesanan itu Hasan dan Husen, nanti uangnya dititipkan kepada mereka," ujar Wasmo.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved