Rumah warga di Cisolok Sukabumi Rusak Terkikis Luapan Sungai dan Pergerakan Tanah

Rumah warga di Kampung Cilumayan RT 01 RW 09 Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok terkikis luapan air sungai.

Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
Rumah warga di Kampung Cilumayan RT 01 RW 09 Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok terkikis luapan air sungai. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Bencana terjadi di wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut informasi yang diperoleh, rumah warga di Kampung Cilumayan RT 01 RW 09 Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok terkikis luapan air sungai.

Kepala Desa Pasirbaru, Hidayah mengatakan, peristiwa terjadi pada Sabtu (12/3/2022) sore.

Menurutnya satu unit rumah warga pada bagian dapur hanyut akibat meluapnya aliran sungai.

Baca juga: Bangunan Majelis Taklim di Sukabumi Tergerus Longsor, Pondasi dan Temboknya Terkikis Hujan Deras

"Hujan dengan intensitas sedangdan lama sehingga mengakibat debit air naik dan mengikis satu rumah warga, dapur yang sejajar dengan sungai terkikis dan hanyut. Kerugian materil diperkirakan Rp 20 juta," kata Hidayah dalam keterangan diterima Tribunjabar.id, Senin (14/3/2022).

Sementara itu, pergerakan tanah terjadi di Kampung Cilengka RT 03 RW 05, Desa Pasirbaru.

Salah seorang warga, Sumyana (36) mengatakan, persistiwa terjadi sejak Jumat (4/3/2022) lalu.

Ia mengatakan, rumahnya rusak akibat pergerakan tanah. Kini ia mengungsi ke rumah orang tuanya.

"Ancur semua, rumah gak bisa ditempati, harapannya semoga bisa bagus kembali ada bantuan pemerintah. Waktu itu kejadiannya pas hujan deras terus tanah bergerak, retakannya di dinding, lantai dan luar, bahkan depan rumah itu dalem sekitar 1 meter, saya urug pake tanah lagi. Di belakang rumah juga retakannya dalem, sekarang saya ngungsi di orang tua," ucapnya, Senin (14/3/2022).

Kasi Trantib Kecamatan Cisolok, Ari Herwanto melakukan pemantauan ke lokasi pergerakan tanah, Senin (14/3/2022).

Baca juga: Penilik Jalan Provinsi Jabar Sebut Pergerakan Tanah di Sukabumi Akibat Ada Gerakan Lempengan Gempa

"Dalam rangka monitoring pergeseran tanah yang diakibatkan dari curah hujan, terpantau emang agak parah, melebar dari yang terjadi di bawah. Rumah terjadi keretakan banyak sekali, termasuk keramik-keramik, pondasi-pondasi mau ambrol," katanya.

Menurutnya, saat ini pergerakan tanah masih terjadi dan bisa mengancam ke rumah lain. Kendati demikian, ia mengimbau agar warga sementara pindah ke lokasi yang lebih aman.

"Masih ada pergerakan dari atas karena kan ada sumber air, yang ditakutkan melebar ke perkampungan di bawah. Imbauan untuk masyarakat di sini diupayakan untuk pindah dulu ke perkampungan atau rumah saudaranya yang jauh dari lokasi bencana ini," ucapnya.*

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved