Diduga Digigit Ular Weling, Petani Milenial di Kuningan Ditemukan Tewas di Sawah Miliknya

Petani milenial di Kuningan, Tarkim (35) ditemukan tewas di saungnya di Desa Sukamulya Kecamatan Garawangi. Ada luka gigitan ular di lehernya.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mega Nugraha
Kompas
Ilustrasi Mayat 

Ketiganya memang terlihat mirip, yaitu memiliki warna belang yang khas, baik hitam kuning, atau hitam putih. Nah, sebagai pengetahuan untuk Anda, di sini akan dijelaskan perbedaan mencolok terkait ketiga ular ini.

Mengapa perlu diketahui? Hal ini disebabkan ular weling (Bungarus candidus), ular welang (Bungarus fasciatus), dan ular cincin emas (Boiga dendrophila) sama-sama memiliki bisa yang mematikan.

Baca juga: Kronologi Lengkap Bocah 4 Tahun di Cirebon Digigit Ular Weling hingga Tewas, Muntah Berkali-kali

Oleh karena itu, Anda perlu waspada jika menemukan ketiga ular liar jenis ini di alam.

Menurut pecinta reptil terkenal, Panji Petualang, pada dasarnya ular tak akan menyerang jika tidak merasa terancam. Sebaliknya, jika ular tersebut merasa terusik, maka akan melakukan serangan balik.

Hal ini disampaikan dalam tayangan Teman Panji Net TV.

"Sifat ular liar ketika mereka diganggu mereka akan melakukan serangan balik. Ular pada dasarnya tidak menyerang jika tidak diganggu," katanya.

Pada tayangan itu, Panji juga menunjukkan jenis ular belang, bewarna hitam dan kuning yang ditemukan melingkar di atas pohon.

Ternyata ular yang ditemukannya itu ular cincin emas. Sang ular termasuk ular arboreal atau ular pohon. Berbeda dengan ular welang dan ular weling, keduanya tak hidup di pohon.

"Ular welang dan weling tidak di atas pohon, mereka cenderung tidak bisa memanjat pohon, sedangkan cincin emas merupakan jenis ular yang hidup di atas pohon atau alboreal. Jika hitam kuning di atas pohon itu bisa dipastikan adalah cincin emas," kata Panji Petualang.

Kemudian, Panji juga menjelaskan, ciri ular pohon seperti cincin emas memiliki ekor yang panjang untuk mengait atau di dahan pohon.

"Ciri-ciri ular arboreal atau ular pohon, mereka memiliki ekor yang panjang untuk mengait, jadi fungsi ekor ini untuk berpegangan, walaupun mereka tak memiliki tangan dan kaki tapi mereka memiliki kemampuan luar biasa, termasuk menyerangnya," ujarnya.

Untuk ular cincin emas, termasuk ular berbahaya karena memiliki bisa. Namun, disebutkan Panji Petualang, bisa ular ini hanya berdampak pada orang-orang yang memiliki golongan darah O.

Oleh karena itu, harus waspada bagi yang golongan darah O jika menemukan ular ini.

"Mereka berbisa, tapi bisanya berpengeruh ke beberapa orang saja yang memiliki golongan darah O, yang bukan O aman," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved