Presiden Ukraina Tegaskan Harus Bayar Semua Bantuan dari Negara-Negara Barat: Semua Itu Tak Gratis

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa negara-negara Barat telah membantu Ukraina, namun negaranya belum membayarnya.

Editor: Ravianto
Capture video/ mirror.co.uk
Sebuah sistem rudal canggih milik militer Rusia dibakar seorang petani Ukraina di Bashtanka, Selasa (1/3/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNJABAR.ID, KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa negara-negara Barat telah membantu Ukraina, namun negaranya belum membayarnya.

"Uang yang dialokasikan oleh Eropa dan negara-negara lain dihabiskan hanya untuk bantuan kemanusiaan atau senjata. Terkadang kami menerima senjata secara langsung, namun anda harus memahami bahwa segala sesuatu ada harganya. Setiap kali uang yang kami dapatkan disebutkan,ya, semuanya harus dibayar, itu tidak gratis," tegas Zelenskyy.

Seorang pria menggendong bocah di tengah reruntuhan rumah di Irpin, barat Kiev Ukraina, akibat pengeboman terus menerus oleh Rusia, Senin (7/3/2022). Rusia mengajukan empat syarat untuk menghentikan serangan militernya.
Seorang pria menggendong bocah di tengah reruntuhan rumah di Irpin, barat Kiev Ukraina, akibat pengeboman terus menerus oleh Rusia, Senin (7/3/2022). Rusia mengajukan empat syarat untuk menghentikan serangan militernya. (AFP/ARIS MESSINIS)

Dikutip dari laman TASS, Minggu (13/3/2022), pada akhir Februari lalu, Zelenskyy meminta Uni Eropa (UE) untuk membiarkan negaranya bergabung dengan serikat pekerja secepat mungkin.

"Permohonan Ukraina untuk keanggotaan UE di bawah prosedur yang dipercepat pun telah diterima, didaftarkan dan sedang dipertimbangkan," kata Kepala Kantor Presiden Ukraina, Andrey Yermak pada 1 Maret lalu.

Para kepala negara dan pemerintah UE yang berkumpul untuk menghadiri pertemuan puncak informal di Versailles Prancis memang menyatakan solidaritas mereka terhadap Ukraina dalam sebuah pernyataan bersama, namun tidak memberikan status kandidat ke Ukraina.

Menurut pernyataan terakhir, UE akan terus memperkuat hubungannya dengan Ukraina, yang termasuk dalam 'keluarga Eropa'.

Kendati demikian, menurut Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte, proses aksesi Ukraina ke UE membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Rusia Bombardir Kota Lviv, Pusat Pelatihan Tentara Penjaga Perdamaian Juga Dirudal

Sementara itu, Zelenskyy mengatakan bahwa Rusia dan Barat harus memberikan jaminan keamanan kepada negaranya.

"Selain dari Federasi Rusia, jaminan keamanan juga harus diberikan oleh para pemimpin lain," jelas Zelenskyy dalam wawancaranya dengan media asing, Sabtu kemarin.

Ia kemudian menyampaikan bahwa NATO tidak menawarkan perlindungan kepada negaranya.

"Yang kami butuhkan saat ini bukanlah kata-kata, tetapi jaminan keamanan dari negara-negara dan serikat-serikat negara yang mampu menyediakannya. Kami tidak ingin mengobarkan perang lagi," kata Zelenskyy.

Saat ini, kata dia, negosiasi antara Rusia dan Ukraina pun masih berlanjut.

"Kelompok negosiator Ukraina dan Rusia sedang mendiskusikan beberapa hal," papar Zelenskyy.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved