Apa Itu Panic Buying? Penyebab Minyak Goreng Langka Masih Misterius, Mendag Harus Tunjukkan Taring

Bermula saat harga minyak goreng yang terus meroket naik hingga berbulan-bulan lamanya sehingga meresahkan warga.

Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Foto ilustrasi: Jeriken milik para pedagang di Pasar Kadipaten Majalengka antre untuk diisi minyak goreng curah yang didistribusikan oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka, Rabu (9/3/2022). 

TRIBUNJABAR.ID - Penyebab pasti kelangkaan minyak goreng masih menjadi misteri.

Berbagai spekulasi pun dikemukakan untuk menjelaskan "hilangnya" pasokan minyak goreng di pasaran, termasuk salah satunya adalah praktik panic buying oleh masyarakat.

Masalah minyak goreng di Indonesia sendiri sudah cukup panjang.

Bermula saat harga minyak goreng yang terus meroket naik hingga berbulan-bulan lamanya sehingga meresahkan warga.

Baca juga: Stok Minyak Goreng Selama Bulan Puasa di Karawang Dipastikan Aman

Tingginya harga minyak goreng disebut-sebut lantaran lonjakan harga crude palm oil (CPO) dunia.

Akhirnya, pemerintah menerapkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng seharga Rp 14.000 per liter mulai awal Februari 2022.

Namun, setelah ada kebijakan pemerataan harga, minyak goreng menjadi langka di pasaran.

Akibat kelangkaan ini, banyak terjadi kericuhan di sejumlah daerah karena warga berebut minyak goreng ketika ada pasokan.

Mendag Muhammad Luthfi menduga ada oknum-oknum yang mempermainkan minyak goreng sehingga menyebabkan masyarakat masih kesulitan mendapatkan minyak goreng.

Mulai dari kemungkinan penyelundupan ke luar negeri, penimbunan, hingga dijual ke industri.

Padahal seharusnya pasokan minyak goreng di Indonesia aman setelah pemerintah menerapkan kebijakan domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO).

Kebijakan ini diambil oleh Kementerian Perdagangan untuk memastikan pasokan bahan baku minyak goreng stabil.

Lewat kebijakan DMO dan DPO, semua eksportir wajib memasok atau mengalokasikan 20% dari volume ekspornya dalam bentuk CPO dan RDP Palm Olein ke pasar domestik dengan harga Rp9.300/kg untuk CPO dan harga RBD Palm Olein Rp10.300/kg.

Selama satu bulan ini, produsen minyak sawit mentah telah memenuhi kebijakan DMO dengan memasok sebanyak 351 juta liter untuk kebutuhan minyak goreng dalam negeri.

Baca juga: VIRAL Antre Minyak Goreng di Lapangan Berubah Jadi Lautan Manusia, Polisi Langsung Hentikan

Halaman
1234
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved