Disparbud KBB Waspadai Kerumunan di Objek Wisata Setelah Pelonggaran, Pengelola Siapkan Langkah Ini

Disparbud KBB mewaspadai potensi kerumunan setelah pemerintah pusat menerapkan pelonggaran, namun pengelola objek wisata bakal tetap siap mencegah

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
Tribunjabar.id
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat, Heri Partomo 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mewaspadai potensi kerumunan setelah pemerintah pusat menerapkan sejumlah pelonggaran.

Seperti diketahui, pemerintah pusat telah melonggarkan sejumlah aturan seperti syarat perjalanan antar daerah yang dilakukan masyarakat di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dalam pelonggaran tersebut, pemerintah menghapus persyaratan tes PCR dan antigen bagi pelaku perjalanan domestik. Ketentuan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Kepala Satgas Covid-19 Nomor 11 Tahun 2022. 

Kepala Disparbud KBB, Heri Partomo mengatakan, potensi kerumunan setelah adanya kebijakan itu tetap bakal muncul, tetapi pengelola objek wisata bakal bisa mengatasi untuk antisipasi munculnya potensi tersebut.

"Apalagi dengan kebijakan sekarang sudah tidak lagi PCR. Kerumunan pasti ada, tetapi kerumunan yang gak berlebihan," ujar Heri saat ditemui di kantornya, Jumat (11/3/2022).

Kendati demikian, kata Heri, pengelola objek wisata bakal tetap siap dalam mencegah potensi kerumunan itu, apalagi objek wisata di KBB sudah dilengkapi dengan Aplikasi PeduliLindungi

"Mereka tidak pernah tidak siap. Kini sudah dilengkapi perangkat PeduliLindungi. Kemudian prokes juga pasti ketat, mereka siap kondisi itu," katanya.

Meski ada regulasi penghapusan syarat tes PCR tehadap pelaku perjalanan, para pengelola wisata tetap memakai regulasi PPKM Level 3 untuk membatasi jumlah pengunjung.

Dalam aturan itu, kata Heri, pengelola objek wisata harus membatasi jumlah pengunjung maksimal 25 persen dari kapasitas tempat wisata. 

"Mereka sudah berpengalaman selama 2 tahun pandemi Covid-19, apalagi karakteristik wisata KBB mayoritas wisata alam, jadi para pengunjung tak berkumpul di satu titik. Berbeda dengan wisata indoor," ucap Heri. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved