DPRD Sumedang Desak Pemkab Operasi Pasar Murah Sebulah Sekali di Semua Kecamatan

Di Sumedang ada 26 Kecamatan. DPRD meminta agar operasi pasar murah digelar minimal sebulan sekali per kecamatan.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar / Tiah SM
Warga berdesakan saat antri beli minyak goreng saat digelar operasi pasar 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumedang mendesak Pemerintah Kabupaten Sumedang agar mengadakan operasi pasar murah merata di setiap Kecamatan.

Di Sumedang ada 26 Kecamatan. DPRD meminta agar operasi pasar murah digelar minimal sebulan sekali per kecamatan.

Tindakan ini sebagai respons juga antisipasi kenaikan-kenaikan harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan.

Baca juga: Polres Sumedang Dorong Pemkab Adakan Operasi Pasar Minyak Goreng Murah Secara Merata

Wakil Ketua DPRD Sumedang, Jajang Heryana mengatakan dalam pelaksanaan operasi pasar murah itu, Pemkab Sumedang bisa menggaet Badan Urusan Logistik (Bulog) yang memiliki gudang di Kecamatan Paseh, Sumedang.

"Konsolidasikan oleh Pemkab melalui Dinas Industri dan Perdagangan (Diskop-Perindag-UKMK) dengan kantor Bulog, cek apakah hanya beras di gudang itu, atau ada bahan pokok lain, kerjasamakan untuk operasi pasar murah," kata Jajang kepada TribunJabar.id, Kamis (10/3/2022).

Dalam pelaksanaan operasi pasar, Jajang menyarankan agar koperasi-koperasi di Sumedang dilibatkan sebagai panitia penyelenggara.

Dengan begitu, masyarakat diuntungkan dengan pasar murah dan koperasi hidup karena ada aktivitas.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, yang terpenting dalam operasi pasar adalah bahan-bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat terpenuhi. Termasuk yang sekarang ini sedang langka, minyak goreng.

Penelusuran Jajang di Pasar Tradisional Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, masih ada distributor yang menjual minyak goreng curah ke pasar dengan harga tinggi. Hal itu akan membuat harga minyak di tataran penjual tetap mahal.

"Apalagi distributor menjualnya per jerigen ukuran 22 liter. Dua hari ini saya dapat informasi harga minyak curah itu per liter di kisaran Rp 15.000- Rp17.300, padahal HET (harga eceran tertinggi) yang ditetapkan kan Rp11.000 atau Rp12.000,"

"Hal ini perlu diperhatikan oleh Pemkab Sumedang. Jika perlu, beri peringatan keras kepada distributor-distributor yang menjual dengan harga tinggi," katanya.

Baca juga: Warga Majalengka Harapkan Operasi Pasar Murah Minyak Goreng Digelar Tiap Hari

Harga satu bahan pokok terus-terusan mahal dikhawatirkan Jajang merembet kepada harga bahan-bahan pokok lainnya.

Menurut Jajang, dalam kaitannya dengan kondisi pasar menjelang Ramadan, Pemkab Sumedang juga perlu berkonsolidasi.

Pemkab perlu mengkonsolidasi para kepala pasar se-Kabupaten Sumedang untuk memastikan tidak ada lonjakan yang tinggi untuk harga-harga pangan.

"Pemkab konsolidasi dengan Indag dengan para kepala pasar untuk minimalisir lonjakan harga. Kita masih dalam kondisi pandemi Covid-19, ekonomi tak menentu, 5an konsolidasi penting untuk mengontrol harga agar tidak terlalu naik," kata Jajang.

Baca juga: Operasi Pasar Murah di Majalengka, Warga Rela Antre Demi Dapat Minyak Goreng Murah

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved