Penilik Jalan Provinsi Jabar Sebut Pergerakan Tanah di Sukabumi Akibat Ada Gerakan Lempengan Gempa

Penilik Jalan PPK 2.2 Provinsi Jabar, Khoerul mengatakan, drainase bukan penyebab utama pergerakan tanah, penyebabnya adalah gerakan lempengan gempa. 

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/M RIZAL JALALUDIN
Kondisi jalan Nasional di Kampung Nyalindung, Desa Pasirsuren, Palabuhanratu rusak akibat pergerakan tanah, Rabu (9/3/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - BPBD Sukabumi menyebut pergerakan tanah di Kampung Nyalindung, Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat disebabkan karena tidak adanya drainase jalan Nasional. 

Hal itu disampaikan Kabid Kedaruratan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Eko Endang Koswara, Jumat (4/3/2022) lalu. 

Menurutnya, berdasarkan kajian pergerakan tanah itu disebabkan aliran drainase jalan Nasional III yang tidak sesuai peruntukan. Karena diketahui lokasi pergerakan tanah itu tepat berada di dekat Jalan Nasional

"Ini terjadi dampak dari karena hasil dari BMKG ternyata ada satu aliran sungai di atas itu drainasenya tidak benar, karena harusnya dialirkan malah masuk ke pemukiman, nah itu hasil dari BMKG secara umum. Alhamdulillah sudah dirembugkan karena ini jalan Nasional maka akan dikonfirmasikan dengan PU Nasional, insya Allah besok atau lusa mendatangi mereka," ujar Eko. 

Baca juga: Tidur di Majelis Taklim, Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Sukabumi Ingin Tempat Layak dan Aman

Ia mengatakan, pertemuan dengan PUPR nanti akan membahas pembuangan aliran drainase jalan Nasional. 

"Supaya ada koordinasi soal drainase mata air itu agar dialirkan sesuai peruntukannya di jalan, jangan sampai masuk lagi ke pemukiman," ucapnya. 

Menanggapi itu, Penilik Jalan PPK 2.2 Provinsi Jawa Barat, Khoerul mengatakan, drainase bukan penyebab utama pergerakan tanah. 

Menurutnya, penyebab pergerakan tanah itu merupakan gerakan lempengan gempa alias jalur sesar

"Untuk drainase sebetulnya bukan penyebab utama. Kalau penyebab utama itu kan karena ini adalah geotek seperti gerakan lempengan gempa dari atas itu, dia bergerak menimbulkan efek sampai ke jalan maupun rumah warga, kalau untuk drainase tidak," ujarnya, Rabu (9/3/2022). 

Diketahui, selain menyebabkan kerusakan rumah warga, jalan Nasional pun mengalami kerusakan. 

Jalan terbelah dua, bahkan kondisinya anjlok membuat pengendara harus berhati-hati, karena jalan menjadi tidak rata. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved