Kadisperindag Jabar Kesal Minyak Goreng Masih Langka, Katanya Dapat 72 Liter, ''Ka Marana Atuh?''

Kadisperindag Jabar Iendra Sofyan mengaku heran dengan kondisi minyak goreng yang masih sulit didapat.

Tribunjabar.id/Dian Herdiansyah
Ilustrasi minyak goreng. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat segera melakukan operasi pasar minyak goreng sampai tingkat RT.

Hal ini untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng di tengah masyarakat walaupun operasi pasar sudah dilakukan selama lebih dari sebulan.

Kadisperindag Jabar Iendra Sofyan mengatakan pihaknya setiap dua hari sekali rutin menggelar rapat evaluasi soal minyak goreng dengan stakeholder terkait.

Namun meski sudah hampir satu bulan menggelar operasi pasar minyak goreng di sejumlah pasar tradisional dan ritel modern, harga dan suplai minyak goreng masih menjadi persoalan di lapangan.

“Minyak goreng ini masih saja bermasalah, tidak ada perkembangan yang lebih baik,” katanya di Bandung, Rabu (9/3/2022).

Menurutnya kondisi lapangan belum berubah, konsumen masih kesulitan mencari minyak goreng, pasokan di pasar maupun ritel begitu cepat habis.

Sementara Kementerian Perdagangan masih menyakini bahwa suplai ke lapangan sudah banyak mengalir. 

“Di lapangan tidak ada, Kemendag bilang sudah 72 juta liter, ka marana atuh?” katanya.

Iendra menilai Kementerian masih mempercayai data yang berasal dari para produsen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved