Nenek A di Bandung Barat Bacok 3 Anggota Keluarga, Suaminya Meninggal, Polisi Belum Tentukan Pasal

Pada Senin (7/3/2022), nenek A membacok suaminya bernama Pandi (63), anaknya Siti Saidah (25), dan cucunya bernama Nasar yang masih berusia 9 bulan.

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Lokasi kasus pembacokan oleh nenek A terhadap tiga anggota keluarganya di Kampung Celak Kidul, RT 03/08, Desa Celak, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT- Polisi belum menentukan pasal untuk menjerat nenek berinisial A (62) yang membacok tiga anggota keluarganya di Kampung Celak Kidul, RT 03/08, Desa Celak, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pada Senin (7/3/2022), nenek A membacok suaminya bernama Pandi (63), anaknya Siti Saidah (25), dan cucunya bernama Nasar yang masih berusia 9 bulan.

Akibat kasus pembacokan itu, Pandi meninggal dunia, sedangkan anak dan cucunya mengalami luka serius.

Kapolres Cimahi, AKBP Imron Ermawan, mengatakan, ada dua pasal yang bisa diterapkan kepada nenek A.

"Kalau dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KHUP) masuk pada pasal 338 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara, kalau di 351 KUHP ancamannya sekitar 7 tahun," ujarnya di Mapolres Cimahi, Selasa (8/3/2022).

Baca juga: Pembacokan Massal di Kediri, Pelaku Tewaskan Ibu dan Adik serta 2 Tetangga, 6 Orang Lagi Luka-luka

Untuk menerapkan pasal tersebut, kata Imron, polisi akan terlebih dahulu melihat posisi kasus pembacokan ditangani Satreskrim Polres Cimahi itu.

"Nanti kami melihat posisi kasusnya, penerapan pasalnya akan dirangkum oleh Kasatreskrim. Kemudian nanti akan ada rilis selanjutnya," kata Imron.

Polisi juga belum menentukan pasal bagi pelaku pembacokan tersebut karena polisi akan memeriksa kejiwaan pelaku.

"Sekarang (pemeriksaan) kejiwaan on proccess, kami berkoordinasi dan kolaborasi dengan beberapa pihak yang terkait dengan kejiwaan. Perkembangannya akan kami sampaikan apakah yang bersangkutan terganggu kejiwaannya atau memang murni karena motif sakit hati," ucapnya.

Sebelumnya, dikabarkan kasus pembacokan karena pelaku merasa sakit hati. Suaminya yang menjadi korban banyak membuat pelaku tersinggung.

Selain itu, motif pelaku yang tega melakukan aksi keji itu karena kondisi ekonomi mereka yang serba kekurangan. Mereka tidak memiliki penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved