Alasan Mohammed Rashid Enggan Berfoto dengan Spanduk STOP WAR Ukraina di Laga Persib vs Persija
Mohammed Rashid ternyata tidak ikut aktif berfoto dengan temannya yang memegang spanduk STOP WAR di laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Mohammed Rashid ternyata tidak ikut aktif berfoto dengan temannya yang memegang spanduk STOP WAR di laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta pada Selasa 1 Maret 2022.
Seperti diunggah di akun Instagram @Persib_day di laga yang digelar di Stadion I Wayan Dipta, Denpasar Bali itu, sebelum kick off, skuat Persib membentangkan spanduk STOP WAR.
Tidak ada pesan lain dari spanduk itu, seperti merujuk pada kondisi Ukraina. Namun, pesan itu disinyalir berkaitan dengan kondisi Ukraina yang alami operasi militer dari Rusia sejak 24 Februari 2022.
Di foto itu, saat pemain lain menghadap kamera, Mohammed Rashid tampak mengarahkan pandangan ke arah lain sambil minum.
Di foto Antara, dia bahkan tampak menjauh dari 10 pemain Persib lainnya yang sedang memegang spanduk bertuliskan STOP WAR.
Tampak Mohammed Rashid menjauh dari teman-temannya yang menghadap ke foto dengan menunjukan spanduk STOP WAR.
Kondisi itu dikomentari beragam oleh netizen. Banyak yang menyebut sikapnya saat foto STOP WAR itu seolah mendukung Rusia.
Rashid lalu mengunggah fotonya yang tidak memegang spanduk melalui fitur Instagram Story dan menambahkan keterangan "Hentikan semua kekerasan di dunia".
Tak berhenti di sana, Rashid kemudian juga menyampaikan klarifikasi soal sikapnya tersebut.
Ia kembali menegaskan keinginannya agar semua perang di dunia dihentikan, bukan hanya di negara tertentu saja.
"Untuk memperjelas, saya tidak setuju dengan perang di Ukraina atau perang apa pun di negara mana pun! Saya menentang semua perang. Beberapa orang mengira saya tidak ikut berfoto karena saya setuju dengan apa yang terjadi di Ukraina," tulis Rashid.
"Jelas tidak. Nabi Muhammad mengatakan, tidak ada perbedaan antara orang Arab dengan non-Arab dan tidak juga antara orang berkulit hitam dan putih kecuali ketakwaannya! Tetapi, mengapa ketika kita melakukan hal yang sama untuk Palestina, itu menjadi ilegal dan berkata mencampuradukkan sepak bola dengan politik? Mengapa standar ganda? Ini sangat tidak adil".
"Kita semua adalah manusia. Kami juga tidak ingin perang di Palestina, Suriah, Yaman, Irak, dan lain-lain. Jika kita ingin bersimpati dan menunjukkan kemanusiaan, kita harus melakukannya untuk semua orang yang menderita di seluruh dunia, bukan memilih dan memilih."
"Insya Allah semua perang akan berakhir dan orang-orang di mana pun di dunia dapat aman dan menikmati hidup jauh dari perang," tulis Rashid mengakhiri.