Keributan Anak Buah Novanto dan Nurhadi, Pengamat: Baru Tahu di Lapas Elite juga Ada Seperti Itu

Kriminolog Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Agustinus Pohan turut mengomentari keributan antara Irvanto dan Amiril di Lapas Sukamiskin.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Hermawan Aksan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto mendengarkan keterangan saksi saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/3/2018). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum salah satunya yakni keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kriminolog Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Agustinus Pohan turut mengomentari keributan antara Irvanto dan Amiril di Lapas Sukamiskin.

Agustinus Pohan mengatakan, keributan antarnarapidana di dalam lapas memang sudah menjadi rahasia umum.

Namun, keributan yang terjadi antara napi koruptor di lapas Sukamiskin, ia mengaku baru tahu.

"Setahu saya yang begituan itu adanya di lapas biasa. Nah, ini kan lapas elite yah, yang saya juga baru tahu bahwa di lapas elite juga ada seperti itu," ujar Agustinus Pohan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (4/3/2022).

Menurutnya, biasanya keributan terjadi lantaran adanya nilai-nilai yang tidak dijalankan salah satu kelompok di dalam lapas.

"Kan orang kalau hidup bersama, dalam jangka waktu panjang pasti akhirnya membangun nilai-nilai sendiri."

"Itu sifat manusia memang begitu. Ada sub-budaya sendiri dan itu biasa."

"Sebetulnya ada tata tertib yang harus diikuti bersama, tapi rupanya terjadi di lapas Sukamiskin," katanya.

Di lapas umum, kata dia, kelompok yang berkuasa biasanya napi dengan kasus kejahatan yang luar biasa.

"Kalau di lapas biasa kan tentu kejahatannya lebih keras misalnya."

"Kalau ini apa, saya juga belum tahu."

"Kalau misal kedudukan politik jabatan, mungkin juga mempengaruhi, karena bagaimanapun ada bekas menteri, bekas DPR RI pasti lain kan," ucapnya.

"Tapi harusnya hal seperti itu tidak terjadi," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved