Kamis, 7 Mei 2026

8 Pekerja Tower BTS PT PTT Tewas Ditembak KKB Papua di Kabupaten Puncak

delapan pekerja telekomunikasi tewas ditembak Kelompok keriminal bersenjata (KKB) Papua saat sedang memperbaiki tower BTS.

Tayang:
Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Tampilan CCTV saat korban selamat mengabarkan delapan rekannya pekerja telekomunikasi meninggal ditembak KKB 

TRIBUNJABAR.ID,PAPUA- Delapan pekerja telekomunikasi tewas ditembak Kelompok keriminal bersenjata (KKB) Papua saat sedang memperbaiki tower BTS di Distrik Beoga Kabupaten Puncak, Papua, pada Rabu (2/3/2022).

Korban tewas ditembak KKB merupakan pekerja perusahaan jaringan telekomunikasi, PT Palapa Timur Telematika.

Peristiwa penembakan terjadi saat mereka sedang memperbaiki base transceiver station 3 Telkomsel.

Peristiwa itu diketahui saat salah satu pekerja yang selamat, Ns mengirimkan kode bahaya melalui CCTV di tower tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengatakan, dari keterangan Ns, dia tidak berada di lokasi kejadian saat terjadi penembakan.

Namun begitu dia kembali, dia melihat rekan-rekannya meninggal.

"Melihat rekan-rekannya sudah tak bernyawa, sekira pukul 13.00 WIT saksi meminta bantuan penyelamatan melalui CCTV tower BTS 3. Kemudian pukul 16.00 baru termonitor di CCTV pusat PTT di Jakarta," katanya.

Dia belum bisa memastikan KKB kelompok mana yang berbuat sadis itu. Pasalnya, lokasi kejadian berada di perbatasan Kabupaten Puncak dan Intan Jaya.

Meski kejadian terjadi pada Rabu 2 Maret 2022, temuan baru bisa dilaporkan keeseokan harinya.

Direktur Ditreskrimum Polda Papua Kombes Faizal Rahmadani mengatakan, jarak Beoga dengan lokasi penemmbakan sekira 115 km dan hanya bisa dijangkau dengan helikopter.

"Karena itu kambi belum tahu kondisi Ns karyawan PTT yang selamat dalam insiden itu," katanya.

Kapendam XVII Cenderawasiih Kolonel Inf Aqsha Erlangga mengatakan evakuasi korban belum bisa dilakukan karena titik lokasi hanya bisa diakses dengan helikopter.

"Kemungkinan Polda papua dan juga perbantuan dari Kodam XVI Cenderawasih bersama akan mmebantu evakuasi serta Polda Papua akan mencari pelakunya karena ini kejahatan kriminal luar biasa," kata dia.

Artikel ini telah tayang pertama di Kompas.com, Klik Untuk Baca

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved