Pelapor Jadi Tersangka

Tak Lagi Bestatus Tersangka, Nurhayati Ingin Bekerja Kembali sebagai Kaur Keuangan Desa Citemu

Nurhayati mengungkapkan keinginannya bekerja kembali sebagai Kaur Keuangan atau Bendahara Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Giri
ISTIMEWA/ DOK. WASWIN JANATA
Kuasa hukum Nurhayati, Waswin Janata (kedua kanan), saat menerima SKP2 dari Kejari Kabupaten Cirebon di rumah Nurhayati di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Selasa (1/3/2022) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Nurhayati mengungkapkan keinginannya bekerja kembali sebagai Kaur Keuangan atau Bendahara Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Hal itu disampaikannya setelah menerima Surat Keterangan Penghentian Penuntutan (SKP2) dari Kejari Kabupaten Cirebon.

Dia kini tak lagi berstatus tersangka.

Ia mengakui sempat meninggalkan tugasnya setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang dilakukan kuwu atau Kepala Desa Citemu, Supriyadi.

Terlebih, Nurhayati juga sempat sakit dan dirawat di rumah sakit selama beberapa hari dan dilanjutkan perawatan mandiri di rumahnya sehingga tidak dapat beraktivitas seperti biasanya.

"Mudah-mudahan setelah tidak lagi berstatus sebagai tersangka, saya masih bisa bertugas sebagai Kaur Keuangan Desa Citemu," kata Nurhayati saat ditemui di kediamannya di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Kamis (3/3/2022).

Ia mengatakan, masih mempunyai keinginan untuk mengabdikan diri di Pemerintahan Desa Citemu meski belum mengetahui apakah bisa bekerja lagi atau tidak.

Nurhayati mengaku jadi tersangka setelah melaporkan kasus korupsi.
Nurhayati mengaku jadi tersangka setelah melaporkan kasus korupsi. (Istimewa)

Namun, berdasarkan surat keputusan pengangkatannya sebagai perangkat desa, ia masih bisa menempati jabatan tersebut karena masa kerjanya belum berakhir.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kalau masih bisa kerja di desa lagi. Saya diangkat menjadi kaur keuangan sejak 2018," ujar Nurhayati.

Nurhayati menyampaikan, telah menerima SKP2 dari Kejari Kabupaten Cirebon pada Selasa (1/3/2022) malam.

Namun, pihaknya mengakui dikeluarkannya surat tersebut oleh Kejari Kabupaten Cirebon tidak terlepas dari kerja keras tim kuasa hukumnya dari LBH IKA UII.

Karenanya, ia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya semua pihak yang membantunya menghadapi kasus tersebut sehingga kini tidak lagi berstatus tersangka.

"Intinya, sangat bersyukur karena beban berat di pundak saya karena ditetapkan tersangka, sekarang sudah lepas semua," kata Nurhayati. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved