Rusia Serang Ukraina

Kata “Kargo 200” Membuat Para Ibu di Rusia Ketakutan, Mengapa? Ada Kaitan dengan Peti Mati

Perang antara Rusia dan Ukraina ternyata menimbulkan ketakutan tidak hanya di pihak rakyat Ukraina. Warga Rusia, terutama ibu-ibu, pun ketakutan.

Editor: Hermawan Aksan
Angkatan Darat Ukraina
Kendaraaan lapis baja dan tank milik Rusia terlihat rusak dan terbakar di wilayah Kharkiv, Ukraina, Kamis (24/2/2022). Invasi Rusia itu mendapat perlawanan dari pasukan Ukraina meski di atas kertas kekuatan Ukraina kalah jauh. 

TRIBUNJABAR.ID – Perang antara Rusia dan Ukraina ternyata menimbulkan ketakutan tidak hanya di pihak rakyat Ukraina.

Warga Rusia, terutama ibu-ibu, pun dilanda ketakutan. Apa sebabnya?

Ribuan tentara Rusia diperkirakan telah tewas karena invasi yang diperintahkan Vladimir Putin ke Ukraina.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengeklaim pada Senin (28/2/2022) malam, ada 5.700 tentara Rusia yang tewas setelah lima hari pertempuran.

Baca juga: Rusia Kirim Bantuan Kemanusiaan Seberat Puluhan Ribu Ton Untuk Ukraina

Koresponden Sky News di Moskwa, Diana Magnay, mengatakan bahwa kematian itu perlahan-lahan menjadi fakta bagi orang-orang Rusia.

Magnay mengatakan, para ibu di Rusia merasa ketakutan, sedih, dan putus asa ketika mendengar kata “Kargo 200”.

Mengapa? 

Sky News melaporkan, Kargo 200 adalah kode militer era Uni Soviet dan pasca-Uni Soviet untuk pengangkutan mayat dari medan perang.

Kode itu menjamur di kalangan warga sipil selama invasi Uni Soviet ke Afghanistan pada 1980-an.

Kala itu, ada ribuan tentara Uni Soviet kembali ke rumah dalam kondisi terbaring di dalam peti mati seng.

Pasukan Uni Soviet di Afghanistan juga terdiri atas orang-orang Ukraina.

Karena itulah, persaudaraan rakyat antara kedua negara sebenarnya sangat dekat.

Ketika seorang ibu mendapat kata Kargo 200, maka anaknya yang menjadi tentara Rusia yang diterjunkan ke Ukraina akan kembali di dalam peti mati.

Ukraina telah membuat situs web dan saluran telegram bernama 200rf.com, mengacu pada Kargo 200, sehingga orang-orang Rusia dapat melacak dan mengidentifikasi putra mereka.

Baca juga: Invasi Rusia ke Ukraina Terus Berlanjut, Atlet Olimpiade Ukraina Pilih Ikut Angkat Senjata

Komite Ibu Prajurit yang dibentuk selama perang Rusia di Chechnya pada 1989 juga berusaha membantu keluarga tentara yang dikirim ke Ukraina.

Banyak dari tentara juga tampaknya tidak tahu sampai saat terakhir bahwa merekalah yang akan dikirim untuk berperang.

Komite Ibu Prajurit dilarang bekerja dengan tentara secara langsung di bawah pembatasan baru.

Namun, masih ada celah di mana mereka dapat membantu keluarga. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Para Ibu di Rusia Ketakutan Dengar Kata “Kargo 200”, Apa Sebabnya?", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/global/read/2022/03/02/120100070/para-ibu-di-rusia-ketakutan-dengar-kata-kargo-200-apa-sebabnya.

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved