Kamis, 21 Mei 2026

Formula 1

Formula 1 Juga Cabut dari Rusia, Tak Ada GP Rusia di Sochi

Keputusan itu muncul menyusul penolakan sejumlah pembalap F1 yang tak mau turun di GP Rusia yang digelar di Sochi.

Tayang:
Editor: Ravianto
motorsport
Sochi Autodrom, sirkuit yang digunakan untuk menggelar balapan Formula 1 seri GP Rusia. 

TRIBUNJABAR.ID, SOCHI - Balapan Formula Satu atau F1 tahun ini dipastikan tak akan digelar di Rusia.

Kepastian itu disampaikan juru bicara F1 yang tak disebutkan namanya, Kamis (3/3/2022).

Keputusan itu muncul menyusul penolakan sejumlah pembalap F1 yang tak mau turun di GP Rusia yang digelar di Sochi.

"Formula 1 mengonfirmasi telah mengakhiri kontraknya dengan promotor Grand Prix Rusia, yang berarti Rusia tidak akan mengadakan balapan di masa depan,” kata seorang juru bicara kepada CNN.

Musim tahun ini dijadwalkan berlangsung pada September di Taman Olimpiade Sochi.

Namun, dibatalkan minggu lalu setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Grand Prix Rusia akan dipindahkan dari Sochi ke sirkuit baru yang dibangun khusus di luar St Petersburg pada 2023, tetapi sekarang tidak akan terjadi.

Serangan brutal berkecamuk di Ukraina

Serangan gencar Rusia terhadap beberapa kota Ukraina meningkat pada Rabu (2/3/2022) dan kekhawatiran atas korban sipil meningkat.

Pertempuran sengit memperebutkan kota Kherson, Ukraina selatan, menewaskan puluhan orang.

Lebih dari 800.000 warga sipil telah melarikan diri sejak invasi dimulai seminggu yang lalu.

Kekhawatiran korban lebih lanjut meningkat ketika serangan Rusia menghantam daerah-daerah yang dibangun.

Layanan Darurat Negara Ukraina melaporkan "penembakan dan pemboman besar-besaran" di bagian tengah Kharkiv, kota terbesar kedua di negara itu, pada Rabu pagi (2/3/2022).

Dalam perkembangan lainnya:

- Suara sirene serangan udara dan ledakan baru di Kyiv saat malam tiba.

Pertempuran berlanjut di kota selatan Mariupol, dengan penduduk melaporkan penembakan berat semalam.

- Pasukan Rusia yang bergerak menuju Kyiv, termasuk konvoi besar militer Rusia, "tetap terhenti," kata juru bicara Pentagon John Kirby, Rabu (2/3/2022).

- Sanksi Barat memberikan "pukulan serius" terhadap ekonomi Rusia, kata Kremlin.

Pada Rabu malam (2/3/2022), tim CNN di lapangan mendengar sirene serangan udara di kota terbesar ketiga di Ukraina, Odessa dan kota Uman, Ukraina.

Sementara itu, di ibu kota Kyiv, pipa pemanas utama rusak akibat serangan rudal ke area stasiun Kereta Api Pusat pada malam hari, kata kementerian dalam negeri negara itu.

Suara ledakan bisa terdengar di seluruh kota, menurut tim CNN, meskipun target serangan itu tidak jelas.

Wali Kota Kyiv Vitaly Klitschko mengatakan laporan awal menunjukkan tidak ada korban dalam ledakan, menambahkan, "Kami mengklarifikasi rinciannya."

Klitschko mengatakan dalam sebuah posting Telegram bahwa meskipun penembakan di sejumlah pinggiran kota Kyiv Rabu, "Syukurlah, tidak ada korban."

"Musuh mencoba menerobos ke kota kami, tetapi para pembela Ukraina memukul mundur para penjajah dan mempertahankan ibu kota kami."

Tidak jelas apa yang menyebabkan ledakan di dekat stasiun tersebut.

Seorang penasihat Kementerian Dalam Negeri mengatakan kerusakan itu disebabkan oleh reruntuhan rudal jelajah yang jatuh setelah dicegat oleh sistem pertahanan udara Ukraina.

Dikutip CNN, tidak jelas berapa banyak warga sipil Ukraina yang tewas selama perang.

PBB pada Selasa (1/3/2022), melaporkan setidaknya 136 kematian warga sipil sejak invasi Rusia dimulai, tetapi memperingatkan jumlah korban kemungkinan "jauh lebih tinggi."

CNN tidak dapat memverifikasi angka ini secara independen.

Berita lain terkait dengan Konflik Rusia Vs Ukraina

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved