Breaking News:

POLISI Sebut Nurhayati Bendahara Desa di Cirebon Itu Melanggar Hukum, Tapi Tidak Diiringi Niat Jahat

Kejaksaan hentikan status tersangka Nurhayati bendahara desa di Cirebon lewat Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) di kasus korupsi dana desa

Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Nurhayati viral, mengaku jadi tersangka setelah melaporkan kasus korupsi. 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Kejaksaan menghentikan status tersangka Nurhayati bendahara desa di Cirebon lewat Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) di kasus korupsi dana desa Citemu.

Penghentian status tersangka Nurhayati yang dalam kasus ini berperan sebagai pelapor kasus korupsi, tidak semata-mata karena kasus ini viral.

Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigjen Cahyono Wibowo menyatakan bahwa hasil gelar perkara menyatakan bahwa Nurhayati diduga melakukan perbuatan melawan hukum.

Namun, perbuatan melawan hukum yang dilakukan Nurhayati tidak disertai mens rea atau niat jahat. Niat jahat sendiri dalam hukum pidana kerap disebut unsur penentu terjadinya tindak pidana.

Baca juga: KASUS Nurhayati Cirebon Dihentikan Tak Semata Karena Viral, Ini Alasan Status Tersangka Dicabut

"Dan hasil putusan gelar atau simpulan gelar menyatakan terhadap Nurhayati memang ada perbuatan melanggar hukum tapi tidak ada niatan jahat," ungkap Cahyono.

Seperti diberitakan, Nurhayati merupakan bendahara desa di Desa Citemu yang melaporkan atasannya, Kades Citemu ke Polres Cirebon Kota via BPD Desa Citemu.

Polres Cirebon Kota awalnya menetapkan Kades Citemu bernama Supriyadi sebagai tersangka dan berkasnya dilimpahkan ke Kejari Cirebon.

Oleh jaksa Kejari Cirebon, berkas itu dikembalikan ke polisi karena dinilai tidak lengkap. Polisi melengkapi dan menetapkan Nurhayati sebagai tersangka.

Perannya, karena Nurhayati diduga melakukan perbuatan melawan hukum melanggar Permendagri tentang sistem keuangan desa. Perbuatan melawan hukum itu, jadi penyebab terjadinya korupsi kades Supriyadi tersebut.

Pasalnya, perbuatan melawan hukum Nurhayati itu memperkaya orang lain dalam hal ini Supriyadi selaku kades. Kasus ini pun viral setelah Nurhayati bikin video pengakuan soal kasusnya.

Cahyono menuturkan ada ketidakcermatan yang diduga dilakukan penyidik Polres Cirebon dan Jaksa di Kejaksaan Negeri Cirebon.

Penyidik sebenarnya sudah tahu soal tidak ada niat jahat dari Nurhayati. Namun tetap mentersangkakan aparat desa tersebut.

Karena itu, keduanya sepakat untuk menghentikan kasus ini terhitung sejak malam hari ini.

"Informasi yang saya dapat, Kejaksaan Agung juga melakukan gelar perkara kasus tesebut, kemudian ini sama pendapatnya bahwa ada ketidakcermatan lah sehingga hasil diskusinya Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menerbitkan eksaminasi," kata Cahyono.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved