Berita Bank bjb

Usung KUB, BPD Indonesia Ramai-ramai Dekati Bank BJB

Bank Pembangunan Daerah (BPD) mulai melirik peluang membangun kelompok usaha bersama (KUB) yang ramai-ramai dekati bjb

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Siti Fatimah
bank bjb pojk 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seiring peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru tentang Bank Umum dengan kategorisasi Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI), banyak Bank Pembangunan Daerah (BPD) mulai melirik peluang membangun kelompok usaha bersama (KUB).

Beberapa BPD pun sudah mulai saling bertemu untuk melakukan sinergi bisnis dan membahas pengembangan BPD.

Seperti pertemuan yang dilakuka oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (bank bjb) dengan Bank Bengkulu,  Bank Sumut, Bank Kalteng, serta Bank Jateng. Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran direksi, komisaris, serta unsur dari pemerintah daerah.

Baca juga: Segmen Konsumer Bank BJB Diperkirakan Tumbuh Signifikan

Pertemuan antar BPD ini menghasilkan sejumlah kesepakatan. Bank bjb dan Bank Bengkulu sepakat bekerja sama menggunakan infrastruktur bersama, khususnya di bidang teknologi informasi, pengembangan sumber daya manusia, likuiditas, pembiayaan, serta permodalan.

Kerja sama tersebut penting mengingat Bank Bengkulu berada pada kelompok KBMI 1 dengan modal inti sebesar Rp 1 triliun per September 2021. Kemudian, pertemuan Bank Kalteng dan Bank Sumut dengan bank bjb pada 9-11 Februari 2022 menghasilkan sejumlah poin penting.

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, mengatakan bahwa pihaknya belajar banyak dari bank bjb dimana meskipun saham mayoritas dimiliki pemda, keberadaan Bank BJB dapat diterima masyarakat luas.

Baca juga: Bank Ramai-ramai Datangi bank bjb, Wacanakan Sinergi BPD se-Indonesia?

“Hal itu yang ingin kami pelajari, yakni bagaimana kepercayaan nasabah bisa timbul kepada BPD. Kami ingin Bank Sumut bisa melakukan hal sama,” ujar Musa dalam informasi resmi, Selasa (1/3/2022).

Sementara bagi pengembangan Bank Jateng, Komisi C DPRD Provinsi Jateng juga melakukan kunjungan ke bank bjb untuk melakukan studi banding pengembangan BPD hingga menjadi bank besar nasional.

"Studi banding bertujuan untuk menggali inspirasi untuk pada pengelolaan BPD Jateng," ujar Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Hariyanto. 

Menurut Bambang, studi juga dilakukan untuk membuat ekosistem Badan Usaha Milik Daerah di bidang jasa keuangan tetap memiliki spirit kebersamaan dan kolaborasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved