Jokowi Jengkel, Minta Grup WhatsApp Anggota TNI-Polri Ditertibkan: Saya Baca, Ada yang Menyimpang

Presiden Jokowi marah, minta grup Whatsapp di kalangan anggota TNI dan Polri didisiplinkan atau ditertibkan.

Editor: Kisdiantoro
Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Presiden Jokowi marah, minta grup Whatsapp di kalangan anggota TNI dan Polri didisiplinkan atau ditertibkan.

Sebab, kata Jokowi, dalam percakapan di grup Whatsapp di kalangan anggota TNI dan Polri didisiplinkan terdapat diskusi yang menyimpang.

Menurutnya, anggota TNI dan Polri tidaklah memiliki demokrasi dan kedisiplinannya berbeda dengan masyarakat sipil.

Diskusi dan kegiatan harus mengikuti aturan dan merujuk kepada aturan pimpinan.

Bukan saja, pada anggota TNI dan Polri saja, Jokowi juga meminta keluarganya juga mengikuti disiplin nasional sehingga program-program pemerintah bisa berjalan baik.

Kedisiplinan mereka akan mempengaruhi kedisiplinan masyarakat sipil. Jika, kedua institusi tersebut tidak disiplin, maka masyarakat pun akan tidak disiplin.

Baca juga: Hasil Survei Masih Tempatkan Kepuasan kepada Jokowi Tinggi, Demokrat Ungkap Banyaknya Utang

Pernyataan Presiden Jokowi di acara Rapim TNI-Polri pada 1 Maret 2022 itu, juga menyinggung diskusi grup WhatsApp anggota TNI-Polri mengenai ibukota negara atau IKN.

"Kalau seperti itu diperbolehkan dan diteruskan, hati-hati. Misalnya berbicara mengenai IKN 'nggak setuju, IKN apa'. Itu sudah diputuskan oleh pemerintah dan sudah disetujui oleh DPR," kata Jokowi.

"Kalau di dalam disiplin TNI dan Polri, sudah tidak bisa diperdebatkan. Kalau di sipil, silakan. Apalagi di WA group dibaca gampang, saya baca itu," ungkap Jokowi.

"Hati-hati dengan ini. Dimulai dari hal yang kecil, nanti membesar, dan kita akan kehilangan kedisiplinan TNI maupun Polri. Karena disiplin tentara dan disiplin polisi itu berbeda dengan sipil dan dibatasi oleh aturan oleh pimpinan, itu saya ingatkan," tegas dia.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved