Arisan Bodong di Sumedang

Tante Bos Arisan Bodong Sumedang Klarifikasi Soal Rumah: MAW Tak Punya Rumah, Keluarga Kini Sekarat

Tante bos arisan bodong di Sumedang mengatakan rumah yang ditinggali MAW adalah rumah kontrakan.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Penampakan rumah bos arisan bodong di Jatinangor, Sumedang, Senin (28/2/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Iis Risma, tante bos arisan bodong di Sumedang, sekaligus ketua RW di Dusun Warung Kalde, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Sumedang menolak rumah di pinggir Jalan Ir Soekarno adalah milik MAW. 

Menurut Iis, keponakannya itu tak pernah punya rumah.

Di rumah yang dijadikan toko di bagian depannya tersebut, MAW dan ayah serta ibunya hanya tinggal mengontrak. 

Terduga arisan bodong senilai Rp 20 miliar itu mengontrak di tempat tersebut telah 2 tahun lamanya.

Dia mengontrak dari seorang pemilik warga Kabupaten Purwakarta. 

"Tidak tahu mengontrak berapa biayanya per tahun, yang jelas itu bukan rumah yang bersangkutan, itu rumah kontrakan," kata Iis kepada TribunJabar.id, Senin petang (28/2/2022). 

Iis membenarkan pada Sabtu rumah tersebut dijarah.

Bahkan rumah di pinggir rumah yang dikontrak MAW juga terkena "amukan" korban-korban MAW.

Padahal rumah tersebut warisan dari orang tua Iis. 

"Barang saya juga ikut hilang, ada tanaman aglonema hilang, kunci mobil, juga celengan anak. Saya enggak tahu mengapa itu hilang, saya juga ketika itu ikut panik," kata Iis.

Iis sebagai keluarga terduga pelaku mengatakan keluarga MAW sangat tertekan.

Di samping itu, keluarga tidak menyangka usaha MAW mungkin akan menjadi kasus kriminal. 

"Keponakan saya hanya punya mobil kecil Ayla. Kalau sampai Rp 20 miliar, mungkin dia sudah punya Fortuner. Keluarga bukan lagi tertekan, tapi sekarat," kata Iis.

Bos arisan bodong di Sumedang MAW (23) saat diwawancarai TribunJabar.id di Mapolsek Jatinangor, Senin (28/2/2022).
Bos arisan bodong di Sumedang MAW (23) saat diwawancarai TribunJabar.id di Mapolsek Jatinangor, Senin (28/2/2022). (Tribun Jabar/Kiki Andriana)

Pengakuan MAW

Bos arisan bodong di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, MAW (23) bertutur soal sepak terjangnya menjalankan arisan hingga akhirnya tersandung kasus penipuan. 

Perempuan warga Dusun Warung Kalde, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang itu mengaku sudah berbisnis arisan online selama 4 tahun. 

Arisan yang dimaksud MAW sejatinya hanyalah meminjam uang kepada para korban dengan janji pengembalian berupa bunga setiap bulan. 

Meminjam uang itu dibalut dalam manisnya kata arisan. 

"Awalnya arisan online, namun seluruh member sudah beres dibayar. Kemudian saya membuka arisan bodong ini," kata MAW di Mapolsek Jatinangor

Dia tahu ratusan orang yang menjadi korbannya datang mencarinya ke Mapolsek Jatinangor.

Di dalam Mapolsek, dia berbicara kepada TribunJabar.id dengan suara sesenggukan seperti sedang menangis.

MAW membelakangi wartawan ketika diwawancara. 

"Meminjam uang dengan bunga besar tetapi diistilahkan dengan arisan. Jadi, arisan yang saya jalankan itu fiktif, " ucapnya. 

"Para korban terpikat karena dijanjikan keuntungan lebih besar daripada keuntungan yang saya dapatkan," katanya. 

MAW tak menduga apa yang dilakukannya berujung seperti sekarang ini. 

Dia mengaku uang para korbannya dia gunakan untuk berbisnis produk kecantikan. 

"Dan membeli mobil, sepeda motor, namun kalau rumah enggak jadi beli, karena uang DP-nya dikembalikan," katanya. 

Kini, MAW mengaku tidak sanggup mengembalikan uang para korbannya karena bunganya sudah membengkak. 

"Bunganya sudah gede, sudah tidak mungkin mengembalikan,"

"Aset saya juga tidak bisa menutupi uang para korban," katanya. 

MAW meminta maaf kepada semua member arisan bodong itu. 

"Akibat kelakuan saya, semuanya mengalami kerugian, saya menyesal," katanya. 

Baca juga: Cerita Korban Arisan Bodong Sumedang, Susah Payah Kumpulkan Uang Jutaan, Eh Dipakai Foya-foya Pelaku

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved