VIRAL Video Duel Antar Bocah Pelajar SMP di Kota Bandung: Dibanting, Dipukul hingga Ditendang
Beredar video duel antar pelajar SMP di roof top pusat perbelanjaan di Kota Bandung. Salah satu siswa sampai dibanting, dipukuli, hingga ditendang.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Mega Nugraha
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Beredar video duel antar pelajar SMP di roof top pusat perbelanjaan di Kota Bandung. Salah satu siswa sampai dibanting, dipukuli, hingga ditendang.
Keduanya pun tak menggunakan seragam sekolah, hanya satu siswa menggunakan sepatu dan satunya lagi tak memakai sepatu. Informasi dihimpun, duel antar pelajar SMP itu berasal dari SMP Pasundan 2 Bandung.
Saat dikonfirmasi, Humas SMP Pasundan 2 Bandung, Uus Sutarsa didampingi kesiswaaan, Risman Mulyadi mengakui bahwa siswa yang berkelahi dan videonya beredar itu memang bersekolah di SMP Pasundan 2 Bandung.
"Ya, mereka (siswa) tak bisa dipungkiri memang siswa yang bersekolah di sini. Ternyata, setelah diselidiki harusnya belajar di rumah tapi justru datang ke sekolah dengan pakaian bebas alias tak memakai seragam," katanya saat ditemui di sekolah, Jumat (25/2/2022).
Adapun permasalahan sampai para siswa itu melakukan perkelahian, Risman menjelaskan bahwa dari pengakuan mereka lantaran atas dasar ketersinggungan saling ejek yang terlalu sering sehingga terjadi perselisihan.
"Mereka sih mengakunya memang sering berada di atas bangunan itu dan ketika itu mereka ingin menuntaskan kekesalan dengan cara berkelahi. Tapi, setelahnya mereka bersalaman," ujarnya.
Ketika disinggung kemungkinan ada indikasi masalah perundungan, Risman menegaskan tak ada terkait perundungan atau perpeloncoan geng. Sebab, katanya, di antara mereka dua kubu yang berbeda.
"Saat kejadian itu ada empat siswa yang berkelahi. Semuanya merupakan siswa kelas 8 SMP," ujarnya.
Dengan kejadian ini, pihak sekolah pun sudah memanggil para siswa yang bersangkutan bersama orangtuanya. Mereka diminta untuk membuat pernyataan dan perjanjian sikap serta mengakui telah berkelahi dan tak akan mengulanginya lagi.
"Jika kemudian hari terjadi hal serupa mereka siap untuk mengundurkan diri atau mendapat tindak aturan sekolah. Jadi, ini peringatan pertama buat para siswa bersangkutan," katanya.
Kejadian perkelahian siswa SMP Pasundan 2 Bandung ini terjadi pada Rabu (9/2/2022) sekitar bada Asar. Risman mengatakan para orangtua siswa merasa syok atas kejadian ini dan sempat tak mempercayai jika anaknya ini berkelahi.
"Mereka (orangtua) syok. Kalau dilihat dari latar belakang siswanya itu orang-orang pendiam dan orangtuanya enggak menyangka. Salah satu siswanya yang menantang itu ada yang berprestasi sebagai penghapal Alquran," katanya.
Pihak SMP Pasundan 2 Bandung setelah kejadian ini langsung membuat semacam edaran untuk orangtua siswa di masa PPKM level 3 dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) agar tak membiarkan anak-anaknya berkeliaran.
"Kalau ada kegiatan sekolah mesti konfirmasi ke wali kelas. Terkadang kan ada anak yang mengatasnamakan belajar kelompok, maka kami mengimbau ke orangtua siswa dan ke depannya kami akan berkoordinasi kembali dengan pihak kepolisian untuk memberikan pembinaan dan memberitahukan wawasan ke siswa akan bahaya perundungan, perkelahian, geng, hingga narkoba," katanya.