Breaking News:

Pelapor Jadi Tersangka

Perkembangan Kasus Nurhayati yang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kapolres Bilang Begini

Nurhayati mengirimkan surat kepada Mahfud MD yang menjelaskan tentang kasus dugaan korupsi yang menjeratnya hingga ditetapkan sebagai tersangka

Istimewa
Nurhayati viral, mengaku jadi tersangka setelah melaporkan kasus korupsi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Tim kuasa hukum Nurhayati, Kaur Keuangan atau Bendahara Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, menunda pengajuan berkas permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Cirebon.

Ditundanya pengajuan praperadilan itu dikarenakan kasus Nurhayati mendapat perhatian dari Menteri Koordinator (Menko) Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) RI, Mahfud MD.

Bahkan, Nurhayati mengirimkan surat kepada Mahfud MD yang menjelaskan tentang kasus dugaan korupsi yang menjeratnya hingga ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Cirebon Kota.

Baca juga: Pagi Ini Mabes Polri Gelar Perkara Kasus Nurhayati, Digelar Biro Pengawasan Penyidikan

Kapolres Cirebon, AKBP M Fahri Siregar, pun tampaknya belum mau merinci mengenai sejauh mana perkembangan kasus Nurhayati.

Ia hanya menyampaikan bakal merilis secara terpisah kasus dugaan korupsi APBDes tahun anggaran 2018-2020 yang dilakukan Kuwu atau Kepala Desa Citemu, Supriyadi.

"Nanti, kita akan press release sendiri, ya," kata M Fahri Siregar kepada Tribuncirebon.com, Jumat (25/2/2022).

Bahkan, Fahri juga mengulangi pernyataannya saat diminta tanggapannya mengenai rencana kuasa hukum yang akan menempuh praperadilan untuk membatalkan status tersangka terhadap Nurhayati.

"Pokoknya kami akan press release, tanggapannya itu," ujar M Fahri Siregar.

Namun, ia tidak menyampaikan secara detail kapan dan tempat pelaksanaan press release mengenai perkembangan kasus Nurhayati

Diberitakan sebelumnya, Nurhayati ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi bersama Kuwu Citemu, Supriyadi.

Baca juga: Nurhayati Akan Ajukan Pra-Peradian setelah Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Korupsi, Siapkan Bukti

Pasalnya, Nurhayati telah 16 kali menyerahkan anggaran yang seharusnya diserahkan ke Kaur atau Kasi Pelaksana Kegiatan kepada Supriyadi selaku Kuwu Citemu dan mengakibatkan kerugian negara Rp 818 juta.

Tindakan itu melanggar Pasal 66 Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 yang mengatur tata kelola regulasi dan sistem administrasi keuangan sehingga dinilai turut membantu memperkaya Supriyadi.

Selain itu, tindakan Nurhayati melanggar Pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2021 jo Pasal 55 KUHP.

Baca juga: BPD Citemu Keberatan Nurhayati Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Sangkaan Penyidik Tak Sepenuhnya Benar

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved