Berita Bank bjb

Pemda di Jabar Ramai-ramai Tambah Modal di Bank BJB

Sejumlah pemerintah daerah di Jabar ramai-ramai akan menggelontorkan modal kepada bank bjb

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Siti Fatimah
bank bjb
ilustrasi bjb 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah pemerintah daerah di Jabar ramai-ramai akan menggelontorkan modal kepada PT Bank Pembangunan Daerah Jabar dan Banten Tbk (bank bjb) tahin ini.   Sebelumnya diketahui bahwa Pemerintah Kota Bogor, 

Seperti diketahui, Wali Kota Bogor Bima Arya merogoh APBD untuk menambah modal bank BJB senilai Rp 7 miliar. Saat ini, porsi saham Pemkot Bogor di bank bjb hanya 0,48 persen.

Menurut Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor,  Evandy Dahni, dengan porsi saham tersebut, mereka mendapatkan limpahan dividen untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) Rp 4 miliaran.

Baca juga: bank bjb Raih Indonesia Best BUMD Awards 2022

"Tahun 2020 kami dapat Rp 4,1 miliar dan tahun 2021 naik menjadi Rp 4,4 miliar lebih, naik sekitar 7 persen,” kata Evandi dalam rilisnya, beberapa waktu lalu. 

Setelah Bogor, giliran Kabupaten Bandung yang akan menggelontorkan dana APBD untuk menambah modal mereka di bank bjb

Sementara sejumlah daerah lain seperti Pangandaran, Cirebon, Banten, dan daerah lain pun dikabarkan akan melakukan hal yang sama.Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bandung, Praniko Imam Sagita, mengatakan bahwa berdasarkan hasil kajian akademis bidang ekonomi soal budget investasi Pemkab Bandung, menunjukkan ada peluang yang bagus di Bank BJB. 

Baca juga: bank bjb Bersama Amazon Web Service (AWS) & DCI Ciptakan IT Digital Enablement

Dengan adanya penambahan modal ini, estimasi kenaikan dividen yang akan didapatkan Pemkab Bandung naik cukup signifikan, hampir Rp 80 miliar.

Selain itu, penambahan modal ini akan berdampak pada hak dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bank BJB untuk Kabupaten Bandung.

Menurut Praniko, dividen bank BJB yang diterima Pemkab Bandung setiap tahun memang fluktuatif, namun tak pernah turun. Bahkan bisa dibilang sudah balik modal. Dari modal Rp 200 miliar, pendapatan dari bank BJB jika ditotal mencapai Rp 900 miliar.

Baca juga: Bank BJB akan Lakukan Right Issue untuk Ekspansi Kredit

"Melihat peluang dan estimasi dividen serta keuntungan lainnya, Banggar DPRD Kabupaten Bandung mengizinkan dan mendukung adanya tambahan penyertaan modal tersebut," katanya. 

Untuk itu,  pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Bandung telah menggodok dan memparipurnakan serta membuat peraturan daerah (perda) soal penambahan penyertaan modal pemerintah (PMP) untuk tahun anggaran 2022.

Saat ini, pengelompokkan bank oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengalami perubahan dari Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) menjadi Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI).

Bank Bjb pun terpacu untuk meningkatkan permodalannya agar minimal berada pada KBMI 3, sehingga dibutuhkan tambahan permodalan.

Pemerintah Kabupaten Bandung berencana menggelontorkan uang senilai Rp 68 miliar untuk menambah modal Bank BJB

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved