Cerita Korban Pre Order Minyak Goreng, Berpikir Positif Karena Pelaku Teman Lama, Eh Dikibuli Juga

Korban pre order minyak goreng fiktif, Nuriyanah (22) warga Wanayasa, Purwakarta mengatakan, ia tertipu order fiktif padahal pelaku teman lama

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
ILUSTRASI pedagang minyak goreng 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Cerita korban pre order minyak goreng fiktif dari Bandung, Nuriyanah (22) warga Wanayasa, Kabupaten Purwakarta mengatakan, ia tertipu order fiktif dari tersangka Irmayani Rambe.

"Kalau saya bukan cuma order minyak goreng, tapi order beras, gula, susu, dengan total kerugian saya Rp 20,3 juta," ujar Nuri ketika dihubungi, Kamis (24/2/2022).

Ia menjelaskan, tersangka Irmayani Rambe merupakan teman lamanya, sebab suaminya dengan suami Irmayani Rambe merupakan teman satu komunitas mobil.

"Bukan kenal baru, itu temen lama, soalnya suami kita satu komunitas mobil. Bahkan sebelum rame minyak goreng, saya pernah pesan hanya untuk order pribadi, dan barangnya sampe," kata dia.

Lebih lanjut dijelaskan Nuri, tersangka pre order minyak goreng fiktip yang sebelumnya mengaku sebagai karyawan super market tempatnya membeli minyak goreng tersebut, ternyata bukan.

"Dia ngakunya karyawan Lottemart, padahal kata orang Lottemart, dia cuma costumer biasa. Bahkan barang yang dia tunjukin sebenarnya bukan dari Lottemart," ungkap Nuri.

Dikatakan Nuri, sistem pembelian yang ia lakukan merupakan pre order.

"Misalkan saya transfer hari Senin, nanti barangnya bisa diambil hari Rabu jadi uang duluan," ujarnya.

Baca juga: Soal Penipuan Minyak Goreng dengan Sistem Pre-order, Sosiolog Ini Bilang Masyarakat Harus Rasional

Nuri mengatakan, ia memesan minyak goreng dengan jumlah yang banyak, merupakan titipan dari para tetangganya.

"Saya bukan buat nyetok dirumah, tapi saya pesan buat para tetangga yang tukang gorengan, tukang pecel gitu, yang saya pesen juga bukan cuma minyak goreng," kata dia.

Nuri sendiri tak menyangka bahwa ia akan ditipu, karena ia dan Irmayani Rambe merupakan kawan lama.

"Saya mah mikirnya positif, karena kita udah kenal lama. Pas tahu ternyata kasusnya banyak banget," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved