Ridwan Kamil Sebut Indonesia Bisa Jadi Negara Adidaya, Syaratnya: Stop Pertengkaran di Medsos

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menjadi pembicara utama pada stadium general yang diselenggarakan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor,

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Kiki Andriana
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjadi pembicara utama pada stadium general yang diselenggarakan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor, Sumedang, Rabu (23/2/2022).  

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana.

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil menjadi pembicara utama pada stadium general yang diselenggarakan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor, Rabu (23/2/2022). 

Di depan ribuan praja IPDN dan disaksikan pula secara online oleh praja-praja di kampus IPDN lainnya di Indonesia, Ridwan Kamil berceramah tentang terget Indonesia menjadi negara adidaya di tahun 2045. 

Emil, sapaan Ridwan Kamil memulai dengan berbicara tentang kinerja para birokrat atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Barat yang bukan hanya dipacu untuk bekerja secara baik dan benar, namun juga kerja-kerja itu diawasi dengan beragam aplikasi berbasis perangkat digital. 

"Yang jadi penilaian itu adalah target tercapai atau tidak. Bisa jadi seorang PNS bertugas di Dinas Pendidikan, tetapi jika Gubernur memburuhkan, dia bisa bekerja di dalam tim untuk mencapai satu target yang ditetapkan di bidang pendidikan terkait dengan janji politik," katanya.

Dia sendiri mengingatkan bahwa dunia terkena disrupsi atau perubahan yang dipaksakan secara cepat. Di antara disrupsi adalah manusia dilecut untuk beradaptasi dengan teknologi digital. 

Skill digital telah menghilangkan 87 juta pekerjaan. Tetapi juga melahirkan 120 juta pekerjaan baru. 

"Namun beberapa profesi ada yang tidak terkena disrupsi. Di antaranya kepemimpinan dan komunikasi. Praja IPDN ini adalah calon pemimpin, relevansi IPDN tidak akan hilang," ucapnya. 

Sumber Daya Manusia (SDM) yang bagus dan iklim kreatif kaum muda Indonesia seharusnya bisa mengantarkan negeri ini menjadi negara adidaya

Sekarang ini saja, kata Emil, Indonesia menempati posisi ke 16 dengan ekonomi terbaik dari 200 negara. Sepuluh tahun lagi, Indonesia bisa di posisi 11 atau 9. Baru di tahun 2045 Indonesia ada di posisi 4. 

"Dan pada masa-masa itu yang menjadi Gubernur, Kepala Dinas, Walikota, adalah kamu-kamu ini," kata Emil yang disambut tepuk tangan para praja IPDN

Namun, target itu tidak akan tercapai jika tiga hal tidak dilakukan. Menurut Emil, tiga syarat itu adalah hentikan pertengkaran baik di medsos atau di dunia nyata.

Kaum muda harus mendukung ekonomi hijau yang di antara caranya mengurangi pemakaian kendaaraan boros karbon, sehingga pada 2050 Indonesia bersih karbon.

"Dan, SDM Indonesia tidak boleh stunting, sebab stunting berarti lemah fisik dan daya fikir, dan stunting bisa dicegah sejak kini," kata dia. 

"Nanti Pak Rektor, giliran anak-anak muda ini yang mengambil peran. Kita memantau saja, dan nanti kita buktikan apakah prediksi 2045 ini terwujud atau tidak?" kata Ridwan Kamil

Rektor IPDN, Hadi Prabowo mengucapkan terima kasih terkhusus kepada Gubernur Jabar, Ridwan Kamil yang hadir di dalam acara tersebut. 

"Ini rangkaian atas kegiatan dies natalies IPDN ke-66 yang berlangsung Maret mendatang," katanya. 

Acara tersebut, kata Rektor IPDN, diselenggarakan sebagai upaya mengambil pelajaran dari 3 Gubernur di Indonesia, yakni Gubernur Jawa Barat, Gubernur Sulawesi Utara, dan Gubernur Sumatera Selatan yang telah berhasil secara statistik memulihkan ekonomi nasional. 

Stadium general itu bertajuk "Penguatan Ketahanan Nasional Melalui Upaya Pemandapatan Stabilitas Nasional dan Upaya Percepatan Pemulihan Ekonomi".

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved