Oplos Gas Epiji Subsidi ke Tabung Nonsubsidi, Pria Ini Raup Rp 40 Juta Tiap Bulan, Ditangkap Polisi

pelaku mengoplos gas elpiji dengan menyuntikan isi tabung gas subsidi 3 kilogram ke tabung gas non subsidi 5 kilogram dan 12 Kilogram.

Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman
Ilustrasi tabung gas elpiji 3 kg dan tabung gas 12 kg. 

TRIBUNJABAR.ID, SEMARANG- Seorang pria bernama Suryadi mengoplos gas elpiji dari tabung subsidi 3 kg ke tabung gas nonsubsidi 5 kg dan 12 kg.

Dari menyuntikan gas elpiji tersebut, Suryadi meraup keuntungan Rp 400 per hari.

Kini, Suryadi sudah tak lagi bisa melakukan hal yang sama setelah ditangkap polisi.

Kasus pengoplosan gas elpiji subsidi ke non subsidi di wilayah Karanganyar dan Sukoharjo tersebut dibongkar Dirreskrimsus Polda Jateng.

Polisi mengamankan ratusan tabung gas elpiji yang diamankan dari pelaku.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, mengatakan pelaku mengoplos gas elpiji dengan menyuntikan isi tabung gas subsidi 3 kilogram ke tabung gas non subsidi 5 kilogram dan 12 Kilogram.

Baca juga: Gas Elpiji 3 Kg Langka di Sukabumi, Pertamina dan Hiswana Migas Sukabumi Dipanggil Kejaksaan

"Pelaku melakukan aksinya secara berpindah-pindah dan mengontrak tempat," ujarnya saat konferensi pers di aula Ditreskrimsus Polda Jateng, Selasa (22/2/2022).

Direktur Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Johanson R Simamora, menambahkan keuntungan yang didapat pelaku dari hasil penyuntikan gas elpiji hingga dua kali lipat.

Omset yang didapat dari menyuntikan gas elpiji tersebut sebesar Rp 40 juta per bulan.

"Ada 110 tabung gas melon, dan 100 tabung gas non subsidi kami amankan," jelasnya.

Suryadi mengaku mendapatkan gas elpiji subsidi dari pengecer.

Keuntungan yang didapatkan per hari menjual gas oplosan mencapai Rp 400 ribu.

"Saya biasanya jualnya secara COD atau ketemuan dengan pelanggan," katanya. 

Penulis: RahdyanTrijoko Pamungkas

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Edan! Omset Gas Oplosan Suryadi Sebulan Kalahkan Gaji Level Manajer

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved