Lonjakan Kasus Covid-19 di Kota Bandung, Dandim 0618/BS Sosialisasi Prokes Gunakan Kendaraan Rakitan

Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bandung membuat tentara di Kodim 0618/BS dan anggota Polsek Cibeunying kembali meningkatkan sosialisasi protokol keseh

Tribun Jabar / Muhamad Nandri Prilatama
Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bandung membuat tentara di Kodim 0618/BS dan anggota Polsek Cibeunying kembali meningkatkan sosialisasi protokol kesehatan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bandung membuat tentara di Kodim 0618/BS dan anggota Polsek Cibeunying kembali meningkatkan sosialisasi protokol kesehatan.

Kali ini, Dandim 0618/BS, Letkol Inf Donny Ismuali Bainuri ikut sosialisasi woro-woro di jalan dari titik Koramil 02 Cikutra menuju Jalan Pahlawan-Pasar Cicadas, Jalan Surapati, hingga ke Pusdai.

Dalam kegiatan woro-woro ini juga ada petugas yang menaiki kendaraan roda empat hasil rakitan petugas TNI. 

"Kami laksanakan kegiatan imbauan kepada masyarakat dalam rangka memperketat dan mengingatkan protokol kesehatan yang sekaligus tepat 14 hari penerapan PPKM level 3. Kami amati dalam status PPKM level 3 ini peningkatan kasus signifikan sehingga kami akan intensifkan lagi patroli woro-woro ini di kewilayahan," ujar Dandim 0618/BS, di Koramil 02 Cikutra.

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 Kota Bandung: Kasus Hampir Tembus 10 Ribu, Ini Daerah dengan Kasus Terbanyak

Penggunaan kendaraan rakitan anggota TNI dalam kegiatan woro-woro hari ini, lanjutnya, guna mendukung mobilitas maupun efektivitas. 

"Kami berharap pemberian imbauan ini dapat lebih menyentuh dan menyasar ke titik-titik yang berpotensi terjadinya kerumunan. Kendaraan rakitan ini hasil rakitan anggota TNI dari mesin motor. Dan rencananya malam ini pun akan digunakan juga untuk woro-woro di wilayah Ciroyom," katanya.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Asep Saeful Gufron menyampaikan bahwa kasus covid masih terkendali dengan langkah-langkah antisipasi yang sudah dilakukan, semisal ganjil genap, penutupan sejumlah ruas jalan, hingga penyediaan tempat isolasi mandiri. 

"Biasanya (kasus) meningkat lagi setelah weekend. Tapi, tak begitu signifikan. Memang kami terus berupaya menekan terhadap adanya peningkatan terkonfirmasi aktif. Tentunya tak hanya mengandalkan pemerintah melainkan peran serta masyarakat di pasar mengimbau pedagang untuk tak abai protokol kesehatan," katanya saat dihubungi, Selasa (22/2/2022).

Asep juga mengaku saat ini angka bed occupancy rate (BOR) Kota Bandung masih berada di 48,42 persen dan sisanya melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing atau memanfaatkan tempat isolasi mandiri yang ada di kewilayahan berjumlah 9285 tempat.

"Alhamdulillah kami juga telah miliki tempat pelayanan terpusat di Kawaluyaan sebanyak 100 tempat tidur. Jadi, kami bisa mendorong ke sana tapi semoga tak terisi," ujarnya.

Ketika disinggung terkait Kota Bandung masuk dalam PPKM level 3 atau 4, Asep menegaskan masih berada di level 3 dan kemungkinan masih dapat terus menekan BOR.

"Yang dirawat di rumah sakit Kota Bandung itu sekitar 55 persen warga luar Bandung. Kasus melonjak di Bandung itu dimulai pada awal Februari sampai sekarang. Pelaksanaan ganjil genap dan penutupan jalan dalam dua minggu ini kami rasa juga efektif sekali menekan kasus penyebaran sekitar 17,85 persen," katanya.(*)
 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved