Minggu, 3 Mei 2026

Bukan lagi di Bodebek, Keterisian Rumah Sakit Tertinggi Kini di Cirebon, Bandung dan Tasikmalaya

Keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) pasien Covid-19 di Jabar terus meningkat sampai 45,57 persen per 20 Februari 2022

Tayang:
Humas Pemkot Bandung
Tempat isolasi pasien Covid-19 di Jalan Kawaluyaan No. 70, Kota Bandung 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) pasien Covid-19 di Jabar terus meningkat sampai 45,57 persen per 20 Februari 2022, atau terisi 6.170 dari total 12.703 tempat tidur di 344 tempat tidur yang tersedia.

Namun demikian, keterisian tempat tidur di rumah sakit di Jabar ini tidak setinggi saat varian Delta merebak pertengahan tahun lalu.

Sebelumnya sempat menembus 91,6 persen pada 28 Juni 2021, sementara pada 14 Juli 2021 tercatat 83,32 persen dengan rician 15.946 tempat tidur terisi dari 19.138 tempat tidur yang tersedia.

Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat mencatat, keterisian yang paling mengkhawatirkan adalah ruang perawatan intensif untuk pasien bergejala sangat berat yang mencapai 88,17 persen dari 482 tempat tidur.

Sedangkan, BOR kategori hijau atau gejala ringan terisi 44,2 persen dari 6.668 tempat tidur, kategori kuning atau gejala sedang terisi 56,58 persen dari 4.936 tempat tidur, dan kategori merah untuk gejala berat terisi 44,65 persen dari 430 tempat tidur.

Bukan lagi di kawasan Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi), keterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19 tertinggi kini berada di Bandung Raya, yakni 58,79 persen atau terisi 1.210 tempat tidur dari 2.058 yang tersedia.

Kemudian Bodebek memiliki BOR 54,21 persen atau terisi 3.173 dari 5.853 tempat tidur, lalu Ciayumajakuning dengan BOR 43,17 persen atau 550 terisi dari 1.274 tempat tidur.

Lebih rinci lagi, lima daerah dengan keterisian tempat tidur tertinggi bukan lagi Bodebek, namun pertama adalah Kota Cirebon dengan BOR 64,35 persen (231 dari 403 tempat tidur terisi), Kota Cimahi 64,27 persen (259 dari 403 tempat tidur terisi).

Selanjutnya Kota Tasikmalaya 61,62 persen (91 dari 145 tempat tidur terisi), Kabupaten Bandung Barat 61,62 persen (61 dari 99 tempat tidur terisi), dan Kota Bandung dengan 61,51 persen (764 dari 1.242 tempat tidur terisi).

Sedangkan di bawahnya ada Kabupaten Bogor memiliki BOR 59 persen (711 dari 1.205 tempat tidur terisi), Kota Bekasi 57,31 persen (905 dari 1.579 tempat tidur terisi), dan Kota Depok 55,4 persen (523 dari 944 tempat tidur terisi).

Kepala Dinas Kesehatan Jabar Nina Susana Dewi mengatakan sejumlah program prioritas dilakukan Pemda Provinsi Jabar untuk mengantisipasi gelombang ketiga pandemi, yaitu pembobotan lebih besar terhadap angka keterisian rumah sakit (BOR). 

"BOR tempat tidur COVID-19 di sejumlah rumah sakit di Jabar dalam satu bulan terakhir mengalami kenaikan," kata Nina, di Kota Bandung, Jumat (18/02/2022).

Lebih lanjut Nina menjelaskan, guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus, Pemda Provinsi Jabar telah megeluarkan kebijakan terkait peningkatan kapasita tempat tidur rumah sakit, yakni melalui Surat Edaran Nomor: 23/KS.01/Dinkes tentang Penambahan Kapasitas Tempat Tidur Pasien COVID-29 di Rumah Sakit Kabupaten/ Kota Se-Jawa Barat.

Untuk memudahkan masyarakat dalam mencari berbagai informasi terkait  COVID-19, mereka dapat mengakses https://pikobar.jabarprov.go.id/ yang diluncurkan oleh Pemda Provinsi Jabar saat awal pandemi.

Dalam Web tersebut masyarakat bisa mengetahui panduan dan informasi terkini seputar isolasi mandiri, ketersediaan oksigen, pemanfaatan tabung oksigen, dan sebaran lokasi agen penyedia tabung oksigen.

Selain itu juga terkait ketersediaan tangki oksigen liquid, layanan permohonan dan pendistribusian vitamin/ obat, hingga jadwal vaksinasi.

Strategi pengetesan juga dilakukan, diantaranya meningkatkan kapasitas harian, mingguan Lab Optimalisasi Pelayanan Swab, baik PCR maupun Rapid Antigen di seluruh Fasyankes Kabupaten /Kota, dan Provinsi.

Warga Jabar juga dapat menggunakan telekonsultasi melalui Pikobar untuk konsultasi mengajukan kebutuhan vitamin dan obat selama isolasi mandiri. Vitamin dan obat langsung didistribusikan ke rumah warga.

Terkait tabung oksigen, warga Jabar bisa mengajukan permohonan melalui Pikobar dengan mengisi formulir dengan menyiapkan foto KTP, bukti saturasi oksigen menggunakan oximeter, serta bukti hasil tes PCR/ antigen. Masyarakat pun bisa menjadi kontributor tabung oksigen melalui fitur Oksigen Untuk Masyarakat (Omat) dalam Pikobar.

Pemprov Jabar juga terus melakukan percepatan vaksinasi antara lain bekerja sama dengan TNI/Polri, Kabupaten/ Kota, dan sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda).

Kapasitas laboratorium pengujian PCR ditingkatkan, juga penguatan dalam kampanye 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas melalui berbagai media dan pemberdayaan masyarakat melalui Desa/Kelurahan Siaga Aktif.

Menurut Nina, untuk mengantisipasi gelombang tiga ini pihaknya juga terus melakukan percepatan vaksinasi, baik untuk anak-anak usia 6 tahun, lansia, pelayan publik, masyarakat rentan, hingga masyarakat umum, baik untuk dosis 1, dosis 2, maupun dosis 3. Namun untuk percepatan vaksinasi COVID-19 saat ini juga terdapat sejumlah kendala.

"Kendalanya,, sasaran dosis 1 sudah mulai susah dicari, bahkan sudah dilakukan penyisiran sasaran seperti door to door, maupun vaksinasi keliling," ujar Nina.

Ia menjelaskan. ketersediaan jenis vaksin tertentu seperti Moderna belum dapat dipenuhi oleh pusat, sehingga kabupaten/ kota yang melakukan permohonan vaksin tersebut belum bisa dipenuhi. Hal tersebut dapat menghambat bagi sasaran penerima dosis 1 yang mendapat Moderna, maka dosis kedua harus menunggu sampai vaksin diperoleh dari pusat.

Untuk kendala vaksin penguat (dosis 3) dilakukan bertahap karena terkait dengan persyaratan harus sudah memiliki e-tiket.

"Ada kecenderungan masyarakat memilih vaksin tertentu untuk penguat, padahal tidak semua vaksin stok tersedia," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved